Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Medan, Ada Anak-Anak Ditugaskan Jadi Pemantau

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Polrestabes Medan menggerebek sarang narkoba di wilayah Jermal, Kota Medan, pada hari Sabtu (20/12) lalu. Dalam penggerebekan itu mereka mendapat perlawanan dari masyarakat setempat hingga mendapati adanya anak-anak yang ditugaskan menjadi pemantau saat polisi datang.

Wilayah Jermal dikenal sebagai sarang narkoba. Transaksi narkoba kerap dilakukan di sana sehingga polisi melakukan penindakan.

"Terkait dengan gerebek sarang narkoba, saya menggambarkan satu fenomena, satu tempat yang namanya Jermal," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat konferensi pers di kantornya, Rabu (31/12).

"Sudah bertahun-tahun dan merupakan jaringan bandar, sindikat narkoba dan bersama itu ada perjudian di dalamnya. Bertahun-tahun lamanya aparat penegakan hukum di dalam melakukan penegakan hukum di sana," sambung Calvijn.

Saat dilakukan penindakan polisi kerap mendapat perlawanan dari oknum warga. Mereka melempari petugas dan menghalangi saat akan menangkap bandar narkoba di sana.

"Memaksa lepas tersangka yang sudah ditangkap. Merampas barang bukti yang diamankan. Tidak boleh oknum-oknum narkoba, bandar, pelaku kejahatan yang melawan petugas dalam hal melakukan tugas pokoknya," ujar Calvijn.

"Ada anggota personel kepolisian yang menjadi korban di Jermal 7, Jermal 12 dan ini berhasil kita tindak," lanjut Calvijn.

Motor Polisi Dibakar Warga

Sementara itu, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha sindikat narkoba yang berada di wilayah itu begitu terorganisir. Berbagai upaya dilakukan untuk mengelabui polisi saat penangkapan.

"Dalam hitungan dua jam, dia (tersangka) sempat mengubah warna cat rambut ya. Ini teroganisir betul, sudah niat ya," lanjut Rafli.

Saat penggerebekan motor polisi juga sempat dibakar warga. Pelakunya sudah ditangkap yang ternyata terkait dengan bandar narkoba.

"Sempat juga terjadi ada pembakaran motor anggota saat itu. Yang bersangkutan sekarang diamankan di Polres," ucap Rafli.

Anak-Anak Jadi Pemantau

Rafli mengatakan bahwa anak-anak yang berada di kawasan Jermal diduga telah didoktrin oleh bandar narkoba. Ia menyebut, anak-anak tersebut ditugaskan memantau orang yang datang ke kawasan Jermal.

"Indikasi kuat (dipekerjakan sebagai pemantau), karena memang kami hanya ditinggal HT (Handy Talkie)-nya. Cuma si anak memang sudah didoktrin," ucap Rafli.

"Memang saat penggerebekan tidak ada menemukan (anak-anaknya), hanya informasi masuk ke kami ada seperti itu," sambung Rafli.

Rafli mengatakan pihak kepolisian masih mendalami terkait tersangka lain yang terlibat dalam jaringan narkoba.

"Sedang kita dalami, baik dari segi pidana judi tadi maupun tindak pidana narkoba," pungkas Rafli.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Besok (2/1) Puncak Arus Balik Nataru, Menhub Minta Seluruh Moda Perkuat Layanan
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Dedi Mulyadi Terbitkan Edaran Larang Tanam Sawit di Jabar, Fokus Jaga Ekologi
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mentrans Iftitah Akhiri 15 Tahun Sengketa Lahan Gambut Jaya Jambi
• 5 jam laluidntimes.com
thumb
Penindasan Pejabat Memicu Perlawanan Rakyat! Video Para Kurir Makanan di Provinsi Hunan dan Sichuan, Tiongkok  Melancarkan Protes Massal
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Naik atau Turun? Simak Daftar Harga Terbaru Emas Pegadaian pada 1 Januari 2026
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.