Ratusan wisatawan dievakuasi saat layanan kereta api kembali beroperasi ke dan dari benteng Inca Machu Picchu di Peru. Evakuasi dilakukan sehari setelah tabrakan adu banteng antara dua kereta api yang menewaskan satu orang dan melukai 40 orang.
Dilansir AFP, Kamis (1/1/2026), sekitar 700 pengunjung Peru dan 1.300 warga asing dari berbagai negara telah terdampar di kota Aguas Calientes sejak kecelakaan siang hari Selasa dan menghentikan layanan kereta api.
Operator kereta api PeruRail mengatakan layanan perlahan-lahan kembali beroperasi pada hari Rabu ke dan dari situs arkeologi yang menerima sekitar 4.500 pengunjung rata-rata setiap hari tersebut.
Sebagian besar pengunjung menggunakan kereta api dan bus untuk mencapai Machu Picchu, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak tinggi di pegunungan Andes.
Pada Selasa (30/12), kereta api yang dioperasikan oleh PeruRail itu bertabrakan langsung dengan kereta api lain milik Inca Rail di jalur tunggal yang menghubungkan kota Ollantaytambo dengan Machu Picchu. Menurut pihak berwenang, konduktor salah satu kereta tewas, dan 40 orang terluka.
Pejabat pemerintah Ernesto Alvarez mengatakan kepada radio RPP bahwa dua dari korban luka masih dirawat di rumah sakit pada hari Rabu. Kesalahan manusia diyakini telah menyebabkan kecelakaan tersebut. Polisi setempat juga telah menahan empat pekerja kereta api dan melakukan tes alkohol.
"Tampaknya salah satu masinis, karena suatu alasan, entah tidak melihat atau tidak mengindahkan (sinyal), atau mengira tidak akan ada konsekuensi dan mengabaikannya," menurut Alvarez.
(fca/fca)





/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2020%2F05%2F30%2Fdc72c949-6b86-4e36-9cc0-e9ea1d9cbc8c_jpg.jpg)