VIVA – Pertemuan Persib Bandung dengan Persik Kediri bukan sekadar duel perebutan poin. Laga ini juga menjadi momen reuni bagi Maung Bandung dengan Ezra Walian, pemain yang pernah menjadi bagian penting Persib dan kini menjelma sebagai tumpuan utama tim Harimau Putih.
Menjelang pertandingan yang akan digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Minggu 5 Januari 2026 pukul 19.00 WIB, pelatih Persib, Bojan Hodak secara terbuka melontarkan pujian kepada mantan anak asuhnya tersebut. Di mata Hodak, Ezra kini menjadi figur sentral dalam permainan Macan Putih.
Bojan Hodak menyebut Ezra Walian sebagai pemain terbaik Persik Kediri saat ini. Penilaian itu, menurutnya, bukan hal baru karena kualitas Ezra sudah terlihat sejak masih berseragam Persib Bandung.
- ILeague
“Ezra adalah pemain terbaik di Kediri. Dia bermain sangat baik bersama kami, namun persoalannya dia tidak ingin terus berada di bangku cadangan,” ujar Hodak kepada awak media, Rabu 31 Desember 2025 lalu.
Pelatih asal Kroasia tersebut menjelaskan, keputusan Ezra meninggalkan Persib tidak berkaitan dengan kemampuan teknis. Faktor utama yang melatarbelakangi kepindahan sang pemain adalah kebutuhan menit bermain yang lebih konsisten.
Saat masih membela Persib, Ezra harus bersaing ketat dengan Ciro Alves yang menjadi pilihan utama di posisinya. Situasi tersebut membuat kesempatan bermainnya terbatas, meski kontribusinya tetap terasa setiap kali diturunkan.
“Sayangnya waktu itu kami memiliki Ciro di posisinya dan dia ingin menit bermain lebih banyak,” kata Bojan.
Hodak mengingat, meski sering memulai laga dari bangku cadangan, Ezra kerap memberikan dampak positif bagi tim. Peran sebagai supersub dinilai efektif, namun tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan sang pemain.
“Jika kalian ingat, setiap kali masuk, ia tampil sebagai supersub. Namun, dia tidak senang dengan situasi itu dan saya memahaminya,” ujarnya.
Bojan menegaskan, kepergian Ezra merupakan keputusan profesional yang ia hormati. Perkembangan karier Ezra bersama Persik Kediri justru menjadi bukti kualitas yang selama ini tidak pernah diragukan, termasuk kepercayaan untuk mengenakan ban kapten.
“Karena itu, dia memutuskan pergi. Dia tampil sangat apik di tim lain dan menjadi kapten. Jadi, kualitasnya memang terbukti dan saya tidak pernah meragukannya,” tutur Bojan.



