GenPI.co - Sebanyak lima penerjun hilang kendali dan satu diantaranya belum ditemukan, usai jatuh di perairan Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (30/12).
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan penerjun yang jatuh di Perairan Bojonglawe itu, atas nama Widiasih (58) warga Desa Kasaman, Banjaran, Bandung.
“Operasi pencarian dilanjutkan mulai pukul 07.00 WIB. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” katanya dikutip dari Antara, Kamis (1/1).
Dia mengungkapkan korban yang hilang tersebut, terjatuh saat ikut Kejurda Terjun Payung di Perairan Laut Bojongsalawe.
Tim SAR gabungan yang memperoleh informasi, langsung melakukan penyisiran di tengah laut memakai waverunner dan perahu.
“Penyisiran juga di pantai perbatasan Bojongsalawe dan Batukaras sejauh 3,25 kilometer. Kemudian, pemantauan memakai drone thermal UAV,” ujarnya.
Kantor SAR Bandung sebelumnya mendapat informasi ada lima penerjun payung terjatuh saat Kejurda Terjun Payung, pada Selasa (30/12).
Mereka awalnya lepas landas memakai pesawat latih Fly School Ganesha Cessna 185 PK-SRC melalui Bandara Nusawiru.
Kemudian pada ketinggian sekitar 10 ribu feet, ada perubahan air angin yang signifikan. Kondisi itu membuat lima penerjun hilang kendali.
Peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, yakni Rusli kelahiran Medan, 7 Oktober 1961.
Kemudian masih ada satu penerjun, yakni Widiasih yang dalam pencarian di perairan Pangandaran.
Sementara itu, tiga penerjun lainnya yakni Karni (56), Mustofa (56), dan Khuldori (54) berhasil mendapat dalam kondisi selamat. (ant)
Video viral hari ini:



