Pantau - Belgia dan Prancis menolak rencana larangan impor uranium dari Rusia yang direncanakan masuk dalam paket sanksi ke-20 Uni Eropa terhadap Moskow.
Penolakan ini dilaporkan oleh surat kabar Welt yang mengutip sumber-sumber Eropa.
Kedua negara tersebut tidak sepakat jika pembatasan impor uranium dari Rusia dimasukkan dalam sanksi terbaru yang sedang disusun oleh Uni Eropa.
Belum Ada Kepastian dari Komisi EropaPada 22 Desember 2025, juru bicara Komisi Eropa, Olof Gill, tidak mengonfirmasi bahwa paket sanksi ke-20 terhadap Rusia telah rampung.
Ia menyebutkan bahwa pembahasan baru akan dilanjutkan bersama negara-negara anggota pada Januari 2026.
Menurut laporan pada hari Rabu, Uni Eropa merencanakan penerapan sanksi baru ini bertepatan dengan peringatan tahun keempat konflik Ukraina, yaitu pada Februari mendatang.
Rencana sanksi ini mencakup larangan masuk bagi sejumlah individu, pembekuan aset, serta kemungkinan pelarangan impor uranium dari Rusia.
Alasan Penolakan dan Alternatif Pasokan UraniumMeski terdapat opsi pasokan alternatif, Belgia dan Prancis tetap menolak larangan impor uranium dari Rusia karena pertimbangan biaya.
Menurut sumber terkait, kedua negara sebenarnya dapat memperoleh pasokan uranium dari negara-negara seperti Afrika Selatan, Australia, dan Kanada.
Namun, pasokan dari negara-negara tersebut tersedia dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan dari Rusia.
Situasi ini menjadi pertimbangan utama dalam sikap Belgia dan Prancis yang memilih untuk tidak menyetujui larangan tersebut dalam paket sanksi Uni Eropa.



