Liputan6.com, Jakarta - Banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh dinilai tidak terlepas dari kondisi hutan di wilayah hulu daerah aliran sungai.
Kawasan perbukitan dengan tingkat kelerengan tinggi di tiga provinsi tersebut menjadi wilayah yang paling rentan terdampak, terutama saat curah hujan ekstrem terjadi.
Advertisement
Kondisi geografis yang saling terhubung di bagian hulu membuat dampak bencana dirasakan hampir merata, meski wilayah terdampak memiliki aliran sungai yang berbeda.
Selain cuaca ekstrem akibat pengaruh siklon tropis, kerusakan hutan turut memengaruhi besarnya dampak bencana.
Berkurangnya kawasan berhutan membuat air hujan tidak terserap dengan baik, sehingga banjir dan longsor terjadi lebih besar.
Di sisi lain, pengawasan dan penegakan hukum dinilai masih lemah. Sejumlah aktivitas di kawasan hutan masih berlangsung tanpa pengendalian yang memadai, sehingga menunjukkan pengawasan belum berjalan maksimal.
Kondisi ini membuat warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai menjadi pihak yang paling terdampak dan terus menghadapi risiko bencana berulang.
Berikut rangkuman permasalahan beserta penjelasan lengkap dari Pakar Hukum Kehutanan Sadino yang disusun Liputan6.com:



