Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto memilih cara yang berbeda dalam menyambut pergantian tahun 2026.
Alih-alih merayakan pergantian tahun di ibu kota, Presiden berbaur dengan para pengungsi di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Kamis (1/1) dini hari.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Presiden mengajak warga menyanyikan lagu "Tanah Air" dan "Rayuan Pulau Kelapa" guna membangkitkan optimisme.
Baca juga:
Presiden Prabowo Sambut Tahun Baru 2026 di Tapsel, Nobar dan Menginap di Pengungsian
"Selamat tahun baru, tahun 2026, semoga Yang Maha Kuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua," kata Presiden Prabowo kepada para pengungsi yang berkumpul di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Tapanuli Selatan.
Kesederhanaan Tanpa Kembang ApiMeskipun dirayakan tanpa riuh kembang api, antusiasme warga tetap membuncah saat Presiden duduk lesehan bersama mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyapa langsung dan mendengarkan keluh kesah masyarakat terkait fasilitas pengungsian serta harapan mereka pasca-masa tanggap darurat berakhir.
Presiden menekankan pentingnya sikap ikhlas dan ketegaran jiwa dalam menghadapi tantangan yang ada.
Komitmen Pemerintah Bagi Daerah TerdampakDi hadapan warga yang masih bertahan di pengungsian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya.
Baca juga:
Jelang Pergantian Tahun, Prabowo Cek Upaya Pemulihan Sumatera
Ia memastikan telah menugaskan para menterinya secara bergantian untuk memantau perkembangan di seluruh titik yang terkena dampak musibah agar proses pemulihan berjalan cepat.
"Percayalah bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa Presidenmu tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita akan bersama. Pembantu-pembantu saya terus-menerus kita bergantian, saya tugaskan untuk menteri-menteri berpencar mengecek, melihat, memeriksa semua perkembangan di semua daerah yang berdampak," kata Prabowo kepada para pengungsi.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459910/original/046725100_1767180235-PHOTO-2025-12-31-14-59-36.jpg)


