Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pihaknya tidak akan fokus kepada pembangunan infrastruktur baru pada 2026, melainkan optimalisasi sejumlah simpul transportasi.
Dudy menjelaskan, solusi dari layanan transportasi yang belum optimal memang menjadi pekerjaan rumah alias PR Kemenhub. Misalnya, pada layanan perhubungan udara atau dibandara, terlebih Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan puluhan bandara menjadi internasional.
“Sementara ini tidak fokus kepada pembangunan infrastruktur, tapi memaksimalkan apa yang sudah ada... Seperti bandara yang tidak teroptimalkan, itu kita harus memikirkan solusinya,” ujarnya kepada wartawan, dikutip pada Kamis (1/1/2026).
Bukan hanya soal bandara, tetapi juga konektivitas berbagai daerah, termasuk Jakarta yang tengah mengembangkan sistem kawasan berorientasi transir atau transit oriented development (TOD) di simpul-simpul transportasi.
Selain itu, juga memastikan ketersediaan kapal hingga pesawat, untuk membantu mobilitas masyarakat.
Sebagai regulator, Dudy mendorong para pelaku usaha untuk dapat membantu pemerintah dalam memenuhi layanan transportasi umum tersebut.
Baca Juga
- Menhub Tinjau Gilimanuk, Ingatkan Soal Tragedi Maut KMP Tunu Jaya
- Kemenhub: 12,38 Juta Orang Naik Pesawat hingga Kapal Sepanjang Libur Nataru
- Pelatih Valencia Jadi Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo, Kemenhub Buka Suara
Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, memang sejumlah bandara perlu optimalisasi karena sepi penerbangan. Sebut saja Bandara Dhoho di Kediri dan Bandara Raja Haji Abdullah Tanjung Balai Karimun di Kepulauan Riau.
Sementara melihat ketersediaan pesawat, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) melaporkan sampai dengan Desember 2025, jumlah pesawat yang terdaftar sebanyak 568 unit. Namun, yang serviceable hanya 368 unit dan 200 unit pesawat tidak dapat digunakan karena masih dalam perawatan.
Jumlah tersebut hanya 74% dibanding tahun 2024 yang sebanyak 500 unit. Sedangkan jumlah pesawat dalam perawatan meningkat 244% dibanding tahun 2024 yang hanya sebanyak 82 unit.
Keterbatasan pesawat tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah penerbangan. Sampai dengan akhir tahun hanya akan mencapai 440.000 penerbangan atau 88% dari 2019. Sementara sampai dengan September jumlah penerbangan domestik sebanyak 359.504 kali atau 72% dibanding tahun 2024.
Di samping bandara, Kemenhub juga mengemban mandat dari Prabowo Subianto soal proyek strategis nasional (PSN) sektor perhubungan atau transportasi. Misalnya, pembangunan kereta dan perpanjangan jalur kereta di luar Pulau Jawa, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sisi pelabuhan, Kemenhub telah berencana untuk membangun pelabuhan Palembang Baru pada 2026 dan menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Wanam di Merauke untuk mendukung lumbung pangan.




