JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola mencatat 8.500 orang memadati Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (1/1/2026) pukul 10.00 WIB.
Humas TMII Elsa mengungkapkan jumlah pengunjung kerap meningkat usai perayaan malam tahun baru.
“Per pukul 10.00 WIB hari ini angka pengunjung sudah 8.500. It’s a good number buat kita. Memang biasanya pagi habis tahun baru itu ramai,” ujar Elsa saat ditemui Kompas.com di TMII pada Kamis.
Baca juga: Lansia Staycation di Bundaran HI: Bersyukur, Tahun Baru 2026 Kami Masih Sehat
Elsa mengatakan, harga tiket masuk TMII pada Kamis ini dibanderol Rp70.000 dan sudah termasuk akses menonton konser yang digelar pada malam hari.
“Tiket hari ini Rp70.000 dan itu sudah termasuk konser nanti,” katanya.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=konser, pengunjung, TMII, tahun baru&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8xMzAyMTY2MS84NTAwLXBlbmd1bmp1bmctcGFkYXRpLXRtaWktZGktaGFyaS1wZXJ0YW1hLTIwMjY=&q=8.500 Pengunjung Padati TMII di Hari Pertama 2026§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Rangkaian konser dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB. Sejumlah grup musik akan tampil, di antaranya The Soulful dan Souljah, serta band Vierratale yang dijadwalkan naik panggung pada pukul 20.11 WIB.
Selain konser, Elsa menyebut sejumlah wahana masih menjadi daya tarik utama pengunjung TMII.
“Wisata unggulan yang jelas kereta gantung masih primadona, terus juga air mancur,” ucapnya.
Baca juga: Lalu Lintas Arah Ragunan Padat Merayap pada Hari Pertama 2026
TMII juga menghadirkan wahana Hutan Menyala yang baru dihadirkan selama periode Natal dan Tahun Baru kali ini.
Wahana tersebut menampilkan balon-balon dan instalasi lampu dengan karakter tertentu.
“Sebenarnya itu adaptasi dari air mancur. Air mancur kan ada tokoh-tokoh kayak Lutung Kasarung dan lainnya. Nah, tokohnya kita jadikan balon-balon di Hutan Menyala,” tambah Elsa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



