Aktor senior Diding Boneng kini harus menumpang hidup di rumah temannya, usai rumah masa kecilnya di RW 08 Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, ambruk pada Minggu (28/12). Boneng mengaku tak lagi memiliki tempat berteduh yang layak.
Dua malam usai kejadian, Diding Boneng sempat mengungsi di Kantor RW.
"Semalam sama kemarin malam di kantor RW. Nanti malam saya pindah ke rumah teman, sudah tidak di kantor RW lagi. Ada teman-teman baik yang ajak," tuturnya lirih saat berbincang dengan kumparan, Selasa (30/12).
Sejauh ini, Boneng menyebut bantuan sudah datang, tetapi belum mendekati kata cukup.
"Bantuan ada, macam-macam. Sampai hari ini ada dari PMI pusat tadi kasih bantuan apa. Nah semua saya serahkan ke Pak RW. Karena Pak RW yang membangun ini nih, untuk membangun lagi gitu. Terserah Pak RW-nya mau dibikin apa gitu. Kalau saya kan enggak ngerti mengelolanya gimana," jelas Boneng.
Meski telah memberikan warna bagi industri hiburan Tanah Air, Boneng mengaku belum ada rekan sesama aktor atau aktris yang datang menjenguk atau mengucapkan belasungkawa.
Dengan kerendahan hati, pemeran di sejumlah film Warkop DKI ini berharap ada bantuan dari teman-teman profesinya.
Boneng sadar, membangun kembali rumah dengan lima kamar itu bukanlah perkara mudah di usianya yang menginjak 75.
"Saya ingin secepatnya (dibangun), tapi ya bagaimana, karena butuh banyak hal. Butuh dana yang saya tidak miliki. Kalau ada teman-teman yang mau bantu, alhamdulillah," ucap Boneng.
"Silakan, segeralah bantuin saya supaya saya bisa dapat tempat yang layak lagi, bisa enak lagi tidurnya," kata Boneng penuh harap.
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, Selasa (30/12), upaya pembangunan ulang baru dimulai secara gotong royong.
Sepuluh sak semen bantuan telah datang, tetapi kebutuhan material masih sangat banyak mengingat hampir seluruh atap rumah hilang.
Pihak RW setempat membantu mengelola bantuan yang masuk, baik dari PMI Pusat maupun donatur pribadi. Namun, impian Diding Boneng untuk bisa kembali tidur nyenyak di bawah atap rumahnya sendiri masih membutuhkan proses panjang dan uluran tangan dari hati yang tergerak.



