Singapura: Kerumunan besar memadati kawasan Marina Bay, Singapura, untuk menyambut datangnya Tahun Baru 2026 dalam perayaan yang ditandai dengan pertunjukan kembang api spektakuler di sepanjang cakrawala kota.
Tepat saat jarum jam menunjukkan tengah malam pada Kamis, 1 Januari 2026, langit Marina Bay diterangi cahaya kembang api yang menyala selama sekitar 10 menit. Ribuan orang yang berkumpul tampak mengarahkan ponsel mereka ke udara untuk mengabadikan momen tersebut. Sebagian pengunjung saling berpelukan, sementara beberapa pasangan terlihat berciuman ketika tahun baru tiba.
Tak lama setelah pertunjukan berakhir sekitar pukul 00.13 dini hari, massa mulai meninggalkan lokasi. Arus pergerakan berjalan lambat namun relatif tertib akibat kepadatan di sejumlah titik keluar. Di kawasan Marina Bay Sands, yang sebagian besar area tepi lautnya ditutup oleh kepolisian menjelang tengah malam, pengunjung diarahkan ke beberapa jalur keluar yang telah ditentukan.
Petugas keamanan ditempatkan di sekitar barikade untuk membantu kelancaran arus massa. Seorang wisatawan asal Filipina, Rance Valle, mahasiswa berusia 20 tahun yang sedang berlibur di Singapura, menggambarkan pertunjukan kembang api tersebut sebagai sesuatu yang “memukau” dan “luar biasa”.
Ia mengatakan pertunjukan kembang api berskala besar jarang ditemui di kampung halamannya. Menyaksikan perayaan di Marina Bay, menurutnya, meninggalkan kesan mendalam. “Saat melihat kembang api itu, saya merasa Singapura sangat kaya. Benar-benar menakjubkan,” ujarnya. Valle juga menilai pengaturan kerumunan berjalan efektif dan terkendali.
Sekitar pukul 00.30, sampah mulai terlihat di sejumlah area ketika pengunjung terus bergerak meninggalkan lokasi. Untuk mempercepat pembubaran massa, petugas keamanan memperlebar beberapa akses keluar.
Mengutip laporan Channel News Asia, sempat terjadi ketegangan singkat lebih awal pada malam hari ketika sejumlah orang terpisah dari keluarga atau teman mereka setelah petugas menutup beberapa bagian kawasan tepi laut akibat kepadatan. Situasi tersebut dapat diatasi dengan cepat tanpa insiden lanjutan.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung sepanjang malam, Kepolisian Singapura menutup sejumlah area yang telah mencapai kapasitas penuh, termasuk Jubilee Bridge, kawasan tepi laut Fullerton, dan area Merlion.
Penutupan juga diberlakukan di Clifford Square, kawasan tepi laut Esplanade, Helix Bridge, serta sebagian besar area tepi laut Marina Bay Sands. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan tersebut. Seluruh area di sekitar Marina Bay kembali dibuka sekitar pukul 01.00 dini hari.
Perayaan malam tahun baru juga berlangsung di kawasan The Kallang. Polisi menyatakan sekitar pukul 23.10 bahwa Stadium Riverside Walk dan Water Sports Centre ditutup sementara. Seluruh area di sekitar The Kallang kembali dibuka sekitar pukul 00.40.
Beberapa jam sebelum tengah malam, dua mahasiswa politeknik, Eros E (22) dan Yasmine Maricar (21), telah lebih dulu menempati lokasi di Marina Bay Waterfront Promenade dekat Red Dot Design Museum.
Keduanya mengaku menghabiskan sore hari dengan berbelanja di Suntec City sebelum makan malam dan datang lebih awal untuk merasakan suasana. Ini merupakan kali pertama mereka menyambut tahun baru dengan menyaksikan kembang api di Marina Bay.
Eros mengatakan dirinya menantikan tahun mendatang, terutama peluang untuk bepergian setelah menyelesaikan studi. “Tahun depan kami akan punya lebih banyak kesempatan untuk bepergian,” katanya. Keduanya juga mengaku terkejut dengan tingkat pengamanan di kawasan tersebut, karena beberapa titik yang ingin mereka datangi ternyata ditutup.
Sementara itu, Chua Chin Guan (51) menjadikan perayaan pergantian tahun ini sebagai acara keluarga. Ia datang lebih awal ke kawasan Marina Bay Sands untuk mengamankan tempat.
Sejak pukul 18.00, ia telah menggelar tikar piknik bagi sekitar 10 anggota keluarga, termasuk pasangan suami istri, seorang anak, asisten rumah tangga, hingga anjing peliharaan keluarga. Anggota keluarga lainnya masih berada di pusat perbelanjaan terdekat saat CNA menemuinya.
Meski bukan tradisi tahunan, Chua menilai perayaan ini sebagai kesempatan yang baik untuk berkumpul bersama keluarga besar. Ketika ditanya harapannya untuk tahun mendatang, ia berkata, “Semoga bisnis di Singapura semakin membaik dan semua orang mendapatkan penghasilan yang lebih baik.”
Seiring terus berdatangannya pengunjung, sebagian orang melaporkan gangguan sinyal ponsel, yang diduga akibat kepadatan massa. Beberapa lainnya juga memperhatikan kilatan petir sesekali di langit malam, meski tidak mengurangi antusiasme menantikan perayaan.
Untuk mengelola kerumunan, kepolisian merilis foto kondisi terkini di Marina Bay dan Kallang secara real time. Masyarakat yang hendak menuju kawasan tersebut diimbau memantau tingkat kepadatan melalui situs Crowd@MarinaBay dan Crowd@Kallang, yang menampilkan informasi jumlah pengunjung, penutupan area, serta dokumentasi visual dari pihak kepolisian.
Selain Marina Bay dan Kallang, kegiatan perayaan malam tahun baru juga digelar di Sentosa, Clarke Quay, serta tujuh lokasi permukiman lainnya di Singapura.

:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/01/featured-6a702146cbe95de04be7a5967b50115c_1767229340-b.jpg)

