Permintaan Global Naik, Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas Menguat

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas pada periode awal Januari 2026. Penguatan harga ini sejalan dengan meningkatnya permintaan global terhadap komoditas mineral, khususnya untuk menopang pengembangan industri energi listrik, kendaraan listrik, dan proyek infrastruktur di berbagai negara.

Dalam ketetapan terbaru, HPE konsentrat tembaga dengan kadar Cu ≥ 15 persen ditetapkan sebesar USD 5.868,51 per Wet Metric Ton (WMT) untuk periode pertama Januari 2026. Angka tersebut meningkat 4,54 persen dibandingkan periode kedua Desember 2025 yang berada di level USD 5.613,83 per WMT.

Tak hanya tembaga, HPE emas juga tercatat mengalami kenaikan. Nilainya naik menjadi USD 138.324,41 per kilogram dari sebelumnya USD 133.912,59 per kilogram. Sementara itu, Harga Referensi (HR) emas turut menguat ke level USD 4.302,37 per troy ounce (t oz), dari sebelumnya USD 4.165,15 per t oz.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2404 Tahun 2025 tentang Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Aturan tersebut berlaku efektif untuk periode 1 hingga 14 Januari 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penguatan harga konsentrat tembaga dipicu oleh tren permintaan global yang terus meningkat.

“Kenaikan harga mineral penyusun konsentrat tembaga didorong meningkatnya permintaan global, terutama untuk memenuhi kebutuhan pengembangan industri energi listrik, ekosistem kendaraan listrik, serta proyek infrastruktur strategis di berbagai negara. Kondisi ini diperkuat oleh faktor pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang memicu pergeseran preferensi investor ke aset komoditas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global,” kata Tommy dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (1/1).

Ia menambahkan, kenaikan HPE konsentrat tembaga tidak lepas dari penguatan harga seluruh mineral penyusunnya yang terjadi secara bersamaan. “Selama periode pengumpulan data, harga tembaga (Cu) naik 5,75 persen, emas (Au) naik 3,29 persen, dan perak mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 16,46 persen. Sinergi kenaikan ketiga logam ini berdampak langsung pada nilai jual konsentrat tembaga di pasar ekspor,” jelasnya.

Tommy juga menegaskan bahwa penetapan HPE dan HR dilakukan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengacu pada harga pasar internasional. Untuk tembaga, referensi harga berasal dari London Metal Exchange (LME), sementara emas dan perak merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA).

Proses penetapan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perindustrian.

“Upaya kolaboratif ini memastikan penetapan harga dilakukan secara kredibel dan transparan untuk menjamin kepastian berusaha bagi para pelaku industri,” pungkas Tommy.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pulang Belanja, Ibu dan Dua Anaknya Meninggal Ditabrak Kereta di Perlintasan tanpa Palang Pintu
• 10 jam lalurealita.co
thumb
Siapa Sosok Guru Nur Aini? Mendadak Dipecat Karena Curhat Jarak Sekolah Jauh
• 3 jam lalusuara.com
thumb
CEO Sassuolo Akui Rekrut Jay Idzes Buat Klub Untung 400 Persen, Modal Rp196 M Jadi Rp784 M
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Bentrok Berdarah di Pasar Malaka NTT, 1 Orang Pemuda Tewas
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo: Saya Percaya dengan Bukti, Itu Cara Kerja Saya
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.