JAKARTA, DISWAY.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak menutup diri terhadap bantuan dari pihak mana pun, termasuk dari luar negeri, untuk membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera.
Namun, ia menekankan seluruh bantuan harus disalurkan melalui mekanisme yang jelas dan transparan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2025.
BACA JUGA:Prabowo Tak Peduli Dinyinyirin: Anggap Sebagai Masukan Untuk Kita
BACA JUGA:BGN Tancap Gas di Awal Januari 2026, 19.188 SPPG Mulai Beroperasi di Seluruh Indonesia
"Saya sudah dilaporkan oleh pak gubernur dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya, kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia kita masak menolak bantuan, asal bantuannya itu jelas ya," kata Prabowo.
Ia mengatakan siapapun yang ingin menyumbang untuk membuat surat dan akan dilaporkan ke pemerintah pusat.
"Jadi tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini nanti kita dilaporkan ke pemerintah pusat nanti kita yang akan salurkan kalau memang dia membantu," imbuhnya.
Ia juga mempersilahkan pihak luar negeri yang ingin membantu korban bencana banjir bandang.
"Ada komunitas orang Batak di Jawa juga besar juga banyak silakan, dari luar negeri," imbuhnya.
BACA JUGA:Ragunan Dibanjiri Pengunjung, Lalu Lintas Sekitarnya Macet Parah
BACA JUGA:BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi di Awal Tahun 2026, Berikut Daftar Wilayah Terdampak
Mantan Menteri Pertahanan ini meminta Gubernur di Provinsi Aceh, Sumbar dan Sumut untuk membuka rekening untuk menampung bantuan.
"Kita kalau bantuan ikhlas dan tulus dan nanti kita serahkan nanti mekanisme kita serahkan mungkin apakah nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat Sumatera Utara mungkin membuka rekening apa gitu kan mungkin dana bantuan pascabencana dibuka yang mau kirim langsung silakan," ungkapnya.
Ia menegaskan tidak menolak bantuan.
- 1
- 2
- »



