Jakarta, tvOnenews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali tahun 2026 dengan modal sentimen positif setelah berhasil ditutup menguat pada perdagangan terakhir tahun 2025. Kondisi ini memunculkan optimisme pasar bahwa tren penguatan masih berpeluang berlanjut pada awal tahun, meski diiringi potensi konsolidasi jangka pendek.
Pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, IHSG ditutup menguat tipis 0,031 persen atau naik 2,68 poin ke level 8.646,94. Penguatan tersebut menjadi penanda bahwa pasar saham domestik tetap mampu bertahan di zona hijau menjelang pergantian tahun, di tengah minimnya katalis dan kecenderungan investor melakukan penyesuaian portofolio.
Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai secara teknikal pergerakan IHSG masih menunjukkan indikasi penguatan lanjutan pada awal tahun 2026. Menurutnya, indeks telah melewati fase penting setelah mengalami rebound usai menutup gap di area 8.554.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG membentuk pola bullish flag, yang mengindikasikan potensi bullish continuation atau kelanjutan tren naik,” ujar William dalam risetnya yang dikutip Kamis (1/1/2026).
William menjelaskan, pola bullish flag merupakan salah satu sinyal teknikal yang umumnya muncul saat pasar berada dalam tren naik dan mengalami konsolidasi sehat sebelum melanjutkan penguatan. Namun, validitas pola tersebut tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan.
Menurut William, konfirmasi penguatan akan terjadi jika IHSG mampu bergerak naik dan menembus area 8.700. Level tersebut dinilai sebagai resistance kuat yang telah menahan laju IHSG dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir.
“Konfirmasi pola bullish flag akan terjadi jika IHSG mampu menguat menuju level 8.700, yang sebelumnya juga menjadi area resistance kuat,” jelasnya.
Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang memadai, maka peluang IHSG untuk mencetak rekor baru dinilai semakin terbuka. Sebaliknya, jika gagal menembus resistance, pergerakan indeks diperkirakan akan bergerak terbatas dalam fase konsolidasi.
Tren Menguat Masih TerjagaLebih lanjut, William menilai hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi jenuh beli (overbought) maupun tekanan jual yang signifikan di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa minat beli investor masih relatif terjaga, meskipun kenaikan IHSG sepanjang tahun 2025 terbilang cukup signifikan.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412202/original/037802600_1763040884-b3dcc57d-cfcc-462a-aad0-662b12b4b396.jpeg)