Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) membahas pembangunan hunian oleh Danantara untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Ia memimpin ratas langsung dari Aceh Tamiang, lokasi yang cukup terdampak parah.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan kedatangannya di lokasi bencana bukan hanya sekadar datang dan melihat-lihat saja. Tapi, datang untuk menyelesaikan permasalahan.
“Saya kira inilah memang kewajiban kita saya terima kasih semua unsur saya lihat turun ke lapangan saya juga terima kasih sebagian besar kalau tidak hampir semua pejabat-pejabat dari semua KL (kementerian/lembaga) berinisiatif semuanya turun dan kita berbagi,” ujar Prabowo pada Kamis (1/1).
“Berbagi daerah, berbagai titik untuk saling mengecek, memeriksa, mencari masalah. Kita datang sekali lagi bukan untuk kita ingin, kita ingin katakanlah sekadar untuk melihat tapi kita datang melihat untuk mengetahui masalah ya,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga sekaligus meminta maaf karena belum sempat mengunjungi daerah-daerah lain yang juga terdampak.
“Saya minta maaf, saya belum bisa ke semua titik tapi saya pilih atau saya disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting dan walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar,” sambungnya.
Rumah untuk WargaSalah satu penyelesaian masalah yang dilakukan oleh pemerintah yakni membangun rumah bagi warga terdampak. Danantara akan menyerahkan 600 rumah untuk warga di Aceh.
"Jadi rumah hunian Danantara ini akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah," kata CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam rapat koordinasi tersebut.
Rosan menjelaskan, area perumahan yang dibangung tersebut juga telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas.
"Tidak hanya hunian Danantara saja, tapi bersama itu juga kita serahkan ada taman bermain, jaringan Wifi, musala, dapur umum sebanyak 14 unit, dan toilet dan kamar mandi juga 120 unit yang akan kami serahkan," paparnya.
Rosan melanjutkan, Danantara rencananya total akan membangun 15 ribu rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk digunakan para korban terdampak bencana. Hunian ini ditargetkan akan rampung dalam 3 bulan ke depan.
"Aceh kurang lebih 12.000 unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatera Barat 500 unit," pungkas Rosan.





