Lanjutkan Penindakan Tambang Ilegal, Bahlil: Negara Tak Boleh Kalah!

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku siap memberantas mafia tambang ilegal.

Menurutnya, ini menjadi keniscayaan demi membawa industri pertambangan menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dia mengatakan penindakan secara tegas telah dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dalam Satgas itu, Bahlil menjadi anggotanya.

Bahlil menuturkan bahwa Satgas PKH  menegakkan kedaulatan atas sumber daya alam (SDA) di Kawasan Hutan dengan menguasai kembali jutaan hektare kawasan hutan negara yang selama ini dimanfaatkan secara ilegal.

"Siapa saja. Dan negara harus berwibawa, tidak boleh negara kalah,” kata Bahlil melalui keterangan resmi dikutip Kamis (1/1/2026).

Bahlil pun menyebut, dengan mengoptimalkan tata kelola pertambangan, dapat memaksimalkan pendapatan negara, yang akan dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya melalui pembangunan daerah, infrastruktur, hingga kesehatan dan pendidikan.

Dia menegaskan bahwa tambang adalah aset milik negara, di mana badan usaha diberi izin untuk mengelolanya. Oleh karena itu, negara mengatur bahwa pengelolaan tambang harus dilakukan melalui kaidah-kaidah pertambangan yang baik, yang dapat menjaga keberlangsungan kehidupan serta pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

Selain itu, kesempatan mengelola tambang juga telah diberikan kepada masyarakat sekitar tambang, yang dapat dilakukan melalui Organisasi Kemasyarakatan, Koperasi, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Bahlil hal ini dilakukan agar tambang-tambang daerah tidak lagi hanya dimiliki oleh pengusaha besar dari ibu kota.

“Saya sebagai orang yang berproses dari daerah dan pernah menjadi pengusaha daerah, lewat kita melakukan perubahan undang-undang, kita kasih ke koperasi. Kita kasih kepada organisasi kemasyarakatan,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya mengubah industri pertambangan menjadi lebih ramah lingkungan. Menurutnya, pengelolaan tambang harus memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan sekitar, termasuk kemajuan ekonomi masyarakat sekitar.

“Maunya kita itu adalah pengelolaan tambang secara maksimal boleh, tetapi lingkungan juga harus kita jaga. Tidak boleh hanya semrawut-semrawut,” katanya.

Baca Juga

  • Jalan Tengah Menteri Bahlil Tangani Tambang Ilegal (PETI)
  • ESDM Pilih Skema Kemitraan untuk Tambang Ilegal, Bukan Legalisasi
  • Kemenhut Amankan Aktivitas Tambang Ilegal di Kawasan Cagar Alam Kaltim

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Program Kolaborasi Australia–Indonesia Dorong Ruang Digital Aman bagi Perempuan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Terima Laporan DJ Donny Terkait Teror Bom Molotov dan Intimidasi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jejak Amarah di Kalibata dan Pelaku Pembakaran yang Akhirnya Ditangkap
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Gemerlap Cahaya Panggung Hiburan Meriahkan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta
• 15 jam lalumerahputih.com
thumb
Wapres Gibran Targetkan Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Rampung Desember 2027
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.