Pembantu Rumah Tangga Pakai Gaji Buat Beli Saham, Hasilnya Terduga

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: (foto: Ist/Blog maisyafarhati.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi saham ternyata telah dikenal dan dipraktikkan sejak ratusan tahun silam. Berbagai lapisan masyarakat pada masa itu turut berpartisipasi dalam aktivitas tersebut.

Pada Agustus 1602, Kongsi Hindia Belanda atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) secara aktif menjual sahamnya kepada masyarakat luas.


Langkah tersebut kemudian menjadi cikal bakal lahirnya skema investasi yang saat ini dikenal sebagai penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Setelah IPO diumumkan, banyak orang yang mendatangi Bursa Efek Amsterdam. Laporan Lodewijk Petram dalam The World's First Stock Exchange (2011), ada 1.143 investor yang berinvestasi pada modal awal VOC saat itu.

Pilihan Redaksi
  • Bursa Saham dengan Kinerja Terburuk di Dunia di 2025, Ada Arab Saudi
  • Harga Emas, Perak Ambruk: Bandar Obral Besar di Menit-Menit Akhir 2025

Semua investor bisa memutuskan berapa banyak uang yang ingin diinvestasikan dan tidak ada batasan. Begitu juga latar belakang investor bisa datang dari mana saja.

Bukan hanya pejabat dan bangsawan, seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Neeltgen Cornelis juga melakukannya.

Dia tertarik berinvestasi setelah melihat majikannya Dirck van OS yang merupakan seorang Direktur VOC.

Tidak seperti sekarang, pembelian saham dilakukan manual dan dicatat dengan kertas. Ini membuat rumah Dirck van OS ramai didatangi banyak orang yang tertarik berinvesasi saat IPO terjadi.

Meski tertarik, dia bingung harus mendapatkan uang darimana untuk berinvestasi. Gajinya sebagai pembantu yang kurang dari lima puluh sen sehari tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Neeltgen.

Sempat maju mundur untuk berinvestasi, akhirnya dia tetap melakukannya saat penawaran perdana saham VOC bakal ditutup. "Dia berpikir akan selalu menyesal apabila dia tidak berinvestasi sekarang. Alhasil dia menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan uang tabungannya," tulis Petram.

Dia menyisihkan 100 gulden dari uang tabungannya untuk membeli saham. Namanya tercatat sebagai pemegang saham meskipun nilainya tak sebesar investor lain yang menaruh uang hingga 85 ribu gulden.

Ternyata dia sempat mendapatkan untung dari pembelian saham VOC. Petram melaporkan Neeltgen akhirnya melepas kepemilikannya pada Oktober 1603 atau setahun setelah membeli.

Padahal jika terus memiliki saham tersebut, 100 gulden yang dia belikan bisa menjadi ribuan. Bisa juga mendapatkan rempah-rempah, seperti yang didapatkan para pemegang saham sebagai bentuk dividen, ungkap Petram.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Yuk! Berburu Dividen Buat Kado Natal & Awal Tahun

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Hari Ini Kamis 1 Januari 2026: Jabodetabek Berawan Tebal hingga Diguyur Hujan
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Laut Banda
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kementan Kebut Pemulihan Pertanian di Lokasi Bencana Sumatera
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Awali Tahun 2026, Prabowo ke Aceh Tamiang Cek Pembangunan Hunian Danantara
• 10 jam laludetik.com
thumb
5 Penerjun Hilang Kendali Akibat Perubahan Angin, 1 Dicari di Pangandaran
• 10 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.