JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang sisi kiri bahu jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, menjadi tempat parkir mobil pengunjung Monumen Nasional (Monas), Kamis (1/1/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi kendaraan diparkir memanjang, rapat satu sama lain, sampai memakan sebagian badan jalan.
Dari empat lajur yang tersedia, dua diantaranya terpakai untuk parkir.
Baca juga: Cerita Soleh Pilih Liburan Tahun Baru Main Layang-layang Bersama Anak di Monas
Alhasil, ruang jalan yang tersisa menjadi sempit dan arus lalu lintas tersendat.
Kendaraan yang melintas menuju Gambir harus bergantian melaju, sehingga kemacetan tak terhindarkan.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Jakarta, Monas, Libur Tahun Baru, Monumen Nasional, liburan di monas&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8xNTQ5NDk1MS9zZWtpdGFyLW1vbmFzLWphZGktcGFya2lyYW4tbGlhci1iYWh1LWphbGFuLXBlbnVoLW1vYmlsLXBlbmd1bmp1bmc=&q=Sekitar Monas Jadi Parkiran Liar, Bahu Jalan Penuh Mobil Pengunjung§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Di tengah kondisi itu, terlihat beberapa juru parkir (jukir) liar yang tengah melambai-lambaikan tangan sambil menawarkan tempat parkir.
“Parkir, parkir, parkir,” teriak salah satu di antaranya.
Mereka menawarkan para pemilik kendaraan untuk menepi dan masuk ke barisan kendaraan yang sudah terparkir.
Di lain sisi, ada pula jukir liar lainnya yang tengah sibuk membantu mengarahkan kendaraan, seolah-olah kawasan itu memang menjadi lokasi parkir resmi.
“Terus, terus ambil kiri,” kata dia.
Baca juga: Polisi Ambil Pecahan Bom Molotov Saat Olah TKP Rumah DJ Donny
Kompas.com mencoba menanyakan berapa tarif parkir di lokasi tersebut.
Salah satu jukir liar langsung mematok dengan harga Rp 25.000 yang harus dibayar di awal.
“Dua lima aja (Rp25.000) kak, bayar langsung,” kata dia.
Ketika ditawar Rp 20.000, ia tetap bersikukuh dengan tarif yang dipasang.
“Di depan bisa lebih itu Rp 35.000-an kak,” ucapnya.
Situasi tersebut membuat jalur kendaraan makin padat, sementara pejalan kaki harus ekstra hati-hati melintas di sela-sela mobil yang terparkir.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


