Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyampaikan kondisi terkini wilayahnya pascabencana banjir dan longsor kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar pada Kamis (1/1).
Armia mengatakan, banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu berdampak cukup parah di Aceh Tamiang. Ribuan rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian lainnya dilaporkan hilang akibat bencana tersebut. Kondisi itu membuat kebutuhan akan hunian layak menjadi prioritas utama.
“Kami juga mohon bantuan. Pertama untuk perumahan Huntap. Dari data yang kami dapatkan dari para kepala desa, jadi rumah yang hilang sebanyak 37.888 unit dan rumah yang rusak berat sebanyak 4.839 unit,” ujar Armia dalam rapat tersebut.
“Sehingga kami mohon izin bapak presiden, kami membutuhkan rumah huntap atau hunian tetap sebanyak 42.727 unit,” lanjutnya.
Armia menjelaskan, pembangunan hunian sementara (huntara) saat ini sudah mulai dilakukan secara bertahap. Salah satu pihak yang terlibat dalam pembangunan huntara tersebut adalah Danantara.
Selain persoalan hunian, Armia meminta dukungan pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga terdampak. Ia menilai, dampak bencana masih sangat terasa sehingga pemulihan ekonomi masyarakat belum berjalan optimal.
“Kami mempunyai jumlah penduduk 313.245 jiwa. Kami sudah menghitung juga dengan Bappenas, kebutuhan akan beras, telur, minyak goreng, dan gula selama enam bulan ke depan, pak presiden,” paparnya.
“Jadi kami nanti akan membuat surat resmi nanti kepada menteri terkait untuk bisa kami dipenuhi untuk enam bulan ke depan karena yang kami lihat, kondisi perekonomian di kami ini masih sangat terasa,” tutur dia.




