GenPI.co - Masyarakat diminta mewaspadai peningkatan kasus influenza penyebab infeksi saluran pernafasan akut di antaranya varian H3N2 atau superflu.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K) mengatakan istilah superflu karena penularannya yang cepat terutama di wilayah yang dingin.
Nastiti menjelaskan superflu ini bisa berbahaya dengan gejala yang ringan sampai berat.
Hal ini karena penularannya melalui droplet atau ludah dari batuk atau bersin hingga kontak langsung dengan cairan nafas orang yang terinfeksi.
“Nah masalahnya mungkin salah satu jadi penyebab istilah superflu ini karena penularannya cepat, jadi satu orang itu bisa menulari 2-3 orang sekitarnya,” imbuh dia.
Dia memperkirakan varian ini mungkin bisa menulari lebih, tetapi belum ada penelitiannya.
Sebagai informasi, superflu adalah bagian virus influenza H3N2 dengan varian subclade K.
Nastiti menerangkan H3N2 evolusinya tinggi, mudah menular, dan bermutasi serta berpotensi untuk menimbulkan epidemi atau kasus influenza massal.
“Dikatakan bahwa gejalanya mungkin sebetulnya sama dengan gejala influenza A pada umumnya ada demam tinggi, menggigil, sakit kepala, sampai nyeri tenggorokan maupun gejala-gejala pilek,” terang dia.(ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:




