KOMPAS.TV – Analis politik Adi Prayitno, menilai wacana dan usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) semacam uji coba kemungkinan koalisi permanen.
Ia menyampaikan analisisnya tersebut dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Kamis (1/1/2026), membahas pilkada melalui DPRD.
Dalam dialog tersebut, ia menjawab pertanyaan tentang sejauh ini hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menolak wacana tersebut.
Baca Juga: Waketum Golkar soal Pertemuan Bahlil dan Ketua Parpol: Bahas Kemungkinan Koalisi Permanen
“Saya kira secara prinsip masing-masing partai memiliki sikap yang berbeda ya, tapi saya membaca kenapa hampir mayoritas partai politik itu mendukung terkait wacana pilkada oleh DPRD,” tuturnya.
“Ini sepertinya semacam uji coba soal kemungkinan koalisi permanen yang beberapa waktu lalu sempat dibangun. Ini semacam test case kira-kira siapa saja yang bisa diajak kerja sama dan kekuatannya bisa diukur dari case to case seperti soal pilkada DPRD atau tidak,” tambahnya.
Adi kemudian menegaskan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa pilkada dan pemilihan umum (pemilu) lainnya merupakan satu rumpun.
“Kedua, kalau kita mau jujur sebenarnya beberapa waktu lalu ada putusan dari Mahkamah Konstitusi, bahwa pilkada dan pemilu itu satu rumpun, tidak bisa terpisah,” tuturnya.
Baca Juga: Gerindra Dukung Pilkada Lewat DPRD: Kita Harus Berani Lakukan Perubahan Sistem
“Kalau pilkada dipilih oleh DPRD, itu artinya pilkada itu berbeda dengan pilpres dan pileg yang dipilih secara langsung,” imbuhnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- analis politik
- adi prayitno
- pilkada melalui dprd
- pilkada lewat dprd
- pilkada
- pileg



