CHELSEA resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Enzo Maresca pada Kamis (1/1). Enzo dipecat Chelsea hanya berjarak enam bulan setelah pelatih asal Italia itu mempersembahkan trofi Piala Dunia Antarklub.
Keputusan mengejutkan ini diambil di tengah persiapan The Blues menghadapi Manchester City. Meski masih bertengger di peringkat kelima klasemen Liga Primer, pemecatan Maresca tidak semata dipicu performa di lapangan.
"Enzo dan klub meyakini bahwa perubahan adalah langkah terbaik untuk menjaga peluang tim di empat kompetisi berbeda, termasuk ambisi kembali ke Liga Champions," tulis pernyataan resmi klub dikutip dari BBC.
Tanda-tanda keretakan internal sejatinya sudah terlihat sejak Desember. Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir, membuat selisih poin dengan pemuncak klasemen Arsenal melebar hingga 15 angka.
Namun, persoalan utama justru bersumber dari memburuknya hubungan Maresca dengan jajaran manajemen klub. Friksi ini menguat setelah Maresca secara terbuka menyebut situasi internal sebagai “48 jam terburuk” dalam kariernya, pernyataan yang dinilai manajemen tidak mencerminkan etika internal klub.
Di sisi lain, Maresca dikabarkan keberatan dengan campur tangan manajemen dalam urusan teknis, sementara klub menilai sang pelatih melanggar disiplin dengan agenda pribadi tanpa izin.
Sinyal perpisahan semakin kentara ketika Maresca mulai menjauh dari simbol-simbol klub, hingga namanya sama sekali tidak muncul dalam video kilas balik Chelsea tahun 2025 di media sosial resmi klub.
Kepergian Maresca datang di momen krusial. Chelsea akan bertandang ke markas Manchester City pada Senin (5/1), sebelum menghadapi rangkaian laga berat melawan Arsenal dan Napoli. (P-4)




