Sains di Balik Resolusi: Mengapa Otak Kita Terobsesi dengan "Awal yang Baru"?

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Setiap penghujung Desember, sebuah ritual masif terjadi di seluruh dunia. Jutaan orang mulai menyusun daftar keinginan yang kita kenal sebagai resolusi. Namun, pernahkah kita merenung mengapa pergantian kalender begitu sakral sehingga otak kita merasa harus menjadi sosok yang sepenuhnya baru pada tanggal 1 Januari?

Jejak Janji Babilonia dan Penanda Waktu Kognitif

Obsesi manusia terhadap perubahan pada tahun baru ternyata bukanlah tren modern. Praktik ini berakar sejak 4.000 tahun lalu pada peradaban Babilonia Kuno, di mana masyarakat berjanji melunasi utang demi keberkahan musim tanam. Tradisi ini diperkuat bangsa Romawi melalui sosok Dewa Janus, sang penjaga gerbang waktu berwajah dua yang melambangkan introspeksi masa lalu dan visi masa depan.

Secara sains, awal tahun berfungsi sebagai temporal landmark atau penanda waktu. Penanda ini membantu otak menciptakan pemisah mental antara kegagalan masa lalu dan harapan masa depan melalui fenomena yang disebut Fresh Start Effect.

Mengapa Motivasi Saja Tidak Cukup untuk Bertahan hingga Februari?

Secara psikologis, pergantian tahun memberikan ilusi bahwa kegagalan pada masa lalu telah terhapus sepenuhnya. Namun, di sinilah letak risikonya. Sering kali kita terjebak dalam False Hope Syndrome, yaitu menetapkan target yang terlalu muluk karena terbuai euforia suasana.

Riset menunjukkan bahwa mayoritas resolusi kandas pada minggu kedua Februari. Kegagalan ini biasanya terjadi karena target yang dibuat tidak spesifik dan terlalu ambisius, sehingga sistem kognitif kita merasa terbebani dan cenderung menyerah saat menghadapi rintangan pertama.

Formula SMART: Mengubah Imajinasi Menjadi Aksi Nyata

Supaya resolusi tidak sekadar menjadi ritual tahunan yang sia-sia, para ahli menyarankan pendekatan strategis berbasis riset menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Metode ini membantu otak untuk fokus pada langkah-langkah teknis yang terukur dibandingkan imajinasi yang abstrak.

Pada akhirnya, resolusi tahun baru adalah tentang kejujuran kognitif. Perubahan besar tidak bermula dari janji yang bombastis, melainkan dari pembentukan jalur saraf baru melalui kedisiplinan kecil yang dilakukan secara konsisten. Jadi, sudahkah Anda menyiapkan satu langkah kecil yang terukur untuk tahun ini?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ayah Lempar Bayi 6 Bulan di Ciputat Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Harga BBM Turun Serentak per 1 Januari 2026, Ini Rinciannya di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Kaleidoskop 2025: Akhir Tragis Pencarian Panjang Alvaro Kiano, Tewas di Tangan Ayah Tiri
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Normalkah Rambut Rontok Setelah Melahirkan? Simak Faktanya
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kalender 2026: Rekap Lengkap Tanggal Merah Sepanjang Tahun, Libur Nasional dan Cuti Bersama
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.