Tanggul Jebol, Aceh Tamiang Kembali Diterjang Banjir

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Banjir kembali melanda daerah Aceh Tamiang malam ini. Hal itu akibat tanggul sungai di Kampung (Desa) Raja, Kecamatan Bendahara, dilaporkan jebol sehingga membuat debit air meluap dan kembali merendam pemukiman penduduk setempat.

"Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki," kata tokoh pemuda wilayah Bendahara Hilir M Daud di Aceh Tamiang, Kamis.

Baca Juga :
Prabowo ke Pengungsi di Tapsel: Presidenmu Tak Pernah Meninggalkan Kalian
Prabowo Bakal Cek Hunian Korban Bencana di Aceh Tamiang Besok

M Daud menjelaskan insiden tanggul jebol di Kampung Raja itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB,dan pada pukul 21.00 WIB banjir semakin meluas.

Titik tanggul yang jebol tersebut berada di jalan penghubung antar Kecamatan Bendahara dan Seruway. Akhirnya air sungai meluap ke jalan dan kawasan permukiman yang sebelumnya sudah porak poranda diterjang banjir bandang kembali terendam.

"Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir," ujarnya.

Banjir susulan ini diperkirakan warga kiriman dari wilayah hulu sungai akibat hujan deras di pegunungan. M Daud mengungkapkan akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu banyak titik tanggul sungai di pesisir Kecamatan Bendahara rusak dan belum sempat diperbaiki.

"Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi beberapa titik yaitu Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang," katanya.

"Hari ini kami merasa cemas apabila mendapat kabar intensitas hujan lebat di wilayah hulu, maka kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir kembali karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol," tambah M Daud.

Terpisah Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu (31/12) malam kemarin juga terendam banjir akibat sungai objek wisata pemandian Gunung Pandan meluap.

Tetapi, berdasarkan keterangan dari Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat, Suherman, menyatakan banjir tidak berlangsung lama dan surut dalam hitungan jam.

"Air masuk kampung sampai kawasan tower saja mau ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat," kata Suherman. (Ant)

Baca Juga :
Cerita Bupati Aceh Tamiang: Petani Nekat Tanam Padi, Meski Sawah Tertimbun Lumpur
Bupati Keluhkan Prabowo Tak Kunjung Datangi Aceh Utara: Apa Enggak Tahu Ada Banjir?
Bupati Aceh Tamiang Minta Fatwa ke Menhut soal Kayu Gelondongan: Jangan Sampai Dipanggil APH!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rayakan Natal, Kim Woo Bin Beri Hadiah Spesial untuk 200 Anak Penderita Kanker
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Roberto Carlos Pulih Usai Jalani Prosedur Perawatan Jantung di Brasil
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
4 Tips Self Care di Awal Tahun
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Antisipasi Hujan, Pengelola Ragunan Siapkan Shelter 1,8 Km untuk Berteduh
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Zohran Mamdani Resmi Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York, Disumpah Pakai Alquran
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.