Ingin Makan Sisa Pesta Lagi? Simak Cara Simpan Paling Aman!

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perayaan malam tahun baru identik dengan sajian makanan berlimpah. Namun, setelah pesta usai, sisa hidangan yang tidak dikelola dengan benar justru dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan.

Seorang dokter umum yang praktik di Singapura, Dr. Samuel Choudhury, menekankan bahwa sisa makanan dari perayaan tahun baru perlu ditangani dengan prosedur yang tepat agar aman dikonsumsi kembali.
 

Baca Juga :

Benarkah Olahraga Malam Bisa Picu Serangan Jantung? Ini Penjelasan Medisnya-Tips Kesehatan


Ia menyinggung sebuah kejadian tragis yang bermula dari pengolahan ulang sisa ayam matang. Meski ayam tersebut telah disimpan di dalam lemari pendingin, bakteri berbahaya tetap berkembang dan menyebabkan dampak fatal.

"54 orang mengalami keracunan makanan dan itu belum berakhir. Meskipun dirawat di rumah sakit, tiga orang meninggal dunia. Dan jika Anda bertanya-tanya, bagaimana ini bisa terjadi? Mereka tidak mematuhi aturan penyimpanan makanan yang aman," kata Choudhury seperti dikutip dari situs Times of India dan dilansir Media Indonesia, pada Kamis, 1 Januari 2026.

Berikut ini cara menyimpan sisa makanan pesta tahun baru:

1. Tidak Terlalu Lama di Suhu Ruangan 

Menurut Choudhury, salah satu langkah terpenting adalah membatasi waktu makanan berada pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang. Makanan matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan.

"Kuncinya pendinginan yang cepat. Turunkan suhu hingga 21 derajat dalam dua jam dan turunkan hingga 5 derajat dalam empat jam. Total maksimal enam jam. Mendinginkan makanan dengan cepat bukan berarti Anda langsung memasukkan ke dalam kulkas," kata Choudhury.

2. Tidak Sering Mengeluarkan Makanan dari Kulkas

Choudhury juga mengingatkan agar tidak berulang kali mengeluarkan makanan dari kulkas lalu memasukkannya kembali. Begitu makanan dikeluarkan, sebaiknya langsung dikonsumsi atau dibuang jika tidak habis.

3. Perhatikan Jenis Makanan 

Selain itu, tidak semua jenis makanan memiliki tingkat risiko yang sama. Makanan dengan kadar air yang rendah umumnya lebih aman dibandingkan makanan dengan kandungan air tinggi.


Ilustrasi makanan. Foto: Pexels.com.

"Makanan seperti daging, pasta, dan nasi serta produk susu yang mengandung banyak air semuanya termasuk makanan berisiko tinggi," kata Choudhury.

Ia menegaskan bahwa keracunan makanan bukanlah kondisi ringan dan memerlukan penanganan medis segera. Dengan menerapkan cara penyimpanan makanan yang sederhana namun benar, risiko penyakit dapat ditekan sehingga masyarakat tetap bisa menikmati momen tahun baru tanpa harus berakhir di rumah sakit.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya Bantah Permintaan Kredit Lemah, Tuding Bank yang 'Cari Aman'
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Jembatan Krueng Tingkeum Tuntas, Denyut Nadi Ekonomi Bireuen Berangsur Pulih
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kawal Arus Balik Libur Nataru, Polsek Soeta Maksimalkan Pengamanan Pelabuhan
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Desentralisasi dalam Bingkai Pancasila
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Psikolog Konsumen soal Resolusi Ekonomi 2026: Realistis, Fokus Proteksi
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.