GenPI.co - Mendagri Tito Karnavian meminta para kepala daerah di Aceh mempercepat pengumpulan dan penyampaian data rumah terdampak bencana.
Tito mengatakan data tersebut dibutuhkan, sebagai dasar penyaluran bantuan hunian dan pemulihan warga.
“Aceh mohon kalau bisa lebih cepat lagi. Jangan sampai warga menyalahkan pemerintah, karena kurang cepat,” katanya di sela rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Dia menyampaikan kecepatan dan akurasi data merupakan kunci penanganan hunian, dengan klasifikasi rusak ringan, sedang, dan berat.
Data per 27 Desember yang diterima pemerintah, ada 68.850 rumah rusak ringan, 37.520 rusak sedang, dan 56.108 rusak berat di tiga provinsi.
Kemudian untuk data terbaru BNPB menyebut ada sekitar 213 ribu rumah terdampak, seiring kondisi di lapangan yang dinamis.
Pemerintah akan menyalurkan bantuan Rp 15 juta bagi rumah rusak ringan, dan Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang.
Sementara itu, rumah rusak berat dan yang hilang, disiapkan skema penggantian hunian. Termasuk penyediaan hunian sementara (huntara) dan dana tunggu hunian (DTH).
Tito menyampaikan data hunian juga dipakai Kemensos menyalurkan bantuan tambahan Rp 3 juta guna pengadaan isi rumah dan Rp 5 juta untuk pemulihan ekonomi.
Semua skema bantuan sepenuhnya bergantung terhadap ketersdiaan sekaligus kelengkapan data daerah. (ant)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:





