SEUSAI perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga beras berbagai jenis di Kabupaten Gresik, Jatim, kembali mengalami penurunan berkisar Rp1.000 -Rp2.000 per kg.
Beras premium yang semula seharga Rp16.000 kini turun sekitar Rp.1000 per kg. Adapun jenis medium yang semula berkisar Rp14. 400 kini, turun antara Rp13.2 00 hingga Rp12. 400 per kg.
" Kini permintaan pasar sudah mulai menurun, " kata Safi'ah, pemilik toko sembako di Kecamatan Panceng, Gresik, Kamis (1/1).
Harga beras medium pada pekan lalu, seharga Rp14. 400 per kg dan beras premium naik hingga Rp16 ribu per kg. Menurut dia, harga beras turun setelah kebutuhan warga tercukupi pada dalam pekan ini.
" Turunnya harga beras medium dua kali, dari Rp14. 400 kini mencapai Rp12. 400 per kg. Warga sudah banyak belanja minggu lalu sehingga saat ini pernjualan ada penurunan, " jelasnya.
Penurunan harga ini didambut gembira konsumen. Karena setidaknya bisa lebih menghemat belanja pada akhir tahun. " Bersyukur, bisa sedikit turun, " ujar Dewi, ibu rumah tangga di kawasan setempat.
Menurut dia, sekitar sebulan lalu beras premium musih seharga Rp360 ribu untuk kemasan 25 kg. Sedangkan, beras premium seharga Rp400 ribu hingga Rp425 ribu per 25 kg. " Tadi sore saya beli sudah turun. Ya antara Rp330 ribu hingga Rp320 per 25 kg, " tambahnya.
Warga berharap pemerintah bisa tetap menstabilkan harga hingga dua Lebaran tahun mendatang. Karena, beban biaya hidup yang ditanggung warga makin tinggi menjelang pergantian tahun. (E-2)





