Jelang Pembukaan Perdagangan 2026, IHSG Diproyeksi Menguat

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada kisaran level 8.680-8.725 pada perdagangan pembukaan perdagangan saham tahun 2026, Jumat (2/1).

Sebelumnya, pada Selasa (30/12) IHSG ditutup naik 2,682 poin (0,03 persen) ke posisi 8.646,938.

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, indikator Stochastic RSI IHSG mengindikasikan berlanjutnya reversal menuju area pivot. Penyempitan histogram negatif MACD juga berlanjut, menunjukkan tekanan jual mulai melambat dan adanya potensi pembalikan tren ke atas.

“Sehingga diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725,” tulis Analis Phintraco Sekuritas, dalam keterangannya, Jumat (2/1).

Menurut pandangan analis Phintraco, pada awal tahun 2026 investor mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis hari ini seperti Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember yang diperkirakan bakal sedikit membaik di level 53.6 dari 53.3 pada November 2025.

“Neraca perdagangan bulan November 2025 diprediksi membukukan surplus sebesar US$2.7 miliar dari surplus USD 2.4 miliar di Oktober 2025. Data inflasi bulan Desember 2025 diestimasikan melambat menjadi 2.5% YoY dari 2.72% YoY di November 2025,” lanjut analis.

Saham-saham yang dapat direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Jumat (2/1) meliputi BBCA, PANI, BBNI, JSMR, dan ASII.

Mirae Asset Sekuritas memprediksi IHSG pada Jumat (2/1) bakal menghijau pada kisaran 8.600-8.666.

“Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi. Hal ini mengingat RSI masih menunjukkan sinyal negatif, dan terjadi penurunan volume. Meski demikian, Stochastics K_D mulai menunjukkan sinyal positif,” tulis Senior Market Chartist Mirae Asset, M. Nafan Aji Gusta, kepada kumparan, Jumat (2/1).

Menurut Nafan, para pelaku pasar terus memantau perkembangan dinamika ekonomi makro global, termasuk kebijakan tarif Trump, prospek kebijakan moneter The Fed maupun Bank Indonesia, perkembangan global and Indonesia manufacturing PMI, perkembangan geopolitik, maupun perkembangan teknologi yang mempengaruhi sentimen pasar.

“Dengan demikian, Januari Effect pada awal tahun ini tentunya akan sangat bergantung pada dinamika tersebut,” ungkap ia.

Adapun, saham-saham yang dapat direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Jumat (2/1) adalah TOTL, UNVR, dan WIFI.

-

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kiper Persita Igor Rodriguez Kenang Lagi Kemenangan atas Arema FC di BRI Super League: Terima Kasih Tuhan, Padahal Kita Cuma 10 Pemain
• 19 jam lalubola.com
thumb
Kapal Tenggelam akibat Cuaca Ekstrem di Bangka Tengah, 1 Nelayan Tewas 2 Selamat
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Panik Dikejar Warga, Pengendara Mobil di Jakut Nekat Melawan Arus Lalu Diserempet Kereta
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Zohran Mamdani Dilantik, Fokus Hunian Murah hingga Bus Gratis di New York City
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pembangunan Kawasan Yudikatif-Legislatif IKN Dimulai, Alokasi Dana Rp 20 Triliun
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.