JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Kanarvian mengungkapkan, total rumah yang rusak akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 213 ribu rumah.
Hal itu disampaikan Tito dalam rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).
Ia mengatakan, ratusan ribu rumah yang terdampak terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu rusak ringan, sedang, dan berat.
"Kepala BNPB (Suharyanto) barusan menyampaikan data yang paling terbaru karena memang ini datanya bergerak dinamis. Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000," kata Tito, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Baca Juga: BNPB Sebut 23 Kabupaten dan Kota di Sumatera Tetapkan Status Transisi Darurat
Menurut penjelasannya, untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akan diberikan dukungan biaya oleh BNPB.
"Untuk rusak ringan dan sedang ini treatment-nya adalah diberikan dukungan biaya, yaitu untuk rusak ringan Rp15 juta dari BNPB, kemudian rusak sedang juga dari BNPB sebanyak Rp30 juta," ucapnya.
Selain BNPB, Kementerian Sosial atau Kemensos juga akan memberikan bantuan biaya senilai Rp3 juta untuk perabot rumah.
"Data ini juga digunakan Kemensos untuk memberikan pembiayaan Rp 3 juta untuk menambah bantu isi rumahnya, kursi, tempat tidur misalnya yang rusak dan untuk ekonominya Rp 5 juta," jelasnya.
Sementara untuk rumah yang rusak berat ataupun rumah hilang, Tito menuturkan akan dilakukan penggantian oleh pemerintah.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- rumah rusak
- bencana sumatera
- jumlah rumah terdampak
- mendagri
- tito karnavian



