jpnn.com - ACEH TAMIANG - Presiden Prabowo Subianto tak tutup mata dan menyadari bahwa banyak pihak yang pengin membantu menangangi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Namun, Prabowo mengingatkan dan sekaligus bak menyindir pihak yang berniat membantu, agar tak menyertai kepentingan atau tuntutan tertentu di kemudian hari.
BACA JUGA: Ini 3 Permintaan Bupati Aceh Tamiang kepada Prabowo
"Kami tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas, ya, kan, dan harus ikhlas. Karena kami pernah mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga, ya, kan, yang menagih," ujar presiden dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan untuk penanganan, tetapi harus melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan tanpa kepentingan apa pun.
BACA JUGA: Setuju Usul Menhan Sjafrie, Prabowo: Kita Bikin Operasi Besar Saja
Prabowo mengatakan setiap bentuk sumbangan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora daerah seharusnya terlebih dahulu melalui pihak berwenang agar bisa dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.
"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya, kami jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya, tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, 'saya menyumbang ini', nanti laporkan ke pemerintah pusat. Nanti kami yang akan salurkan kalau memang dia mau membantu," ujar Prabowo.
BACA JUGA: Prabowo Sampaikan Kalimat Ini di Posko Pengungsian Bencana Tapsel
Presiden menjelaskan bahwa mekanisme resmi diperlukan agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Prabowo tidak ingin penyaluran bantuan justru memicu masalah akibat prosedur yang tidak jelas. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461214/original/084296000_1767346702-Banjir_Bandang_Agam.jpeg)