GenPI.co - Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Kampung (Desa) Raja, Kecamatan Bendahara, akibat tanggul sungai jebol, Kamis (1/1).
Tokoh pemuda wilayah Bendahara Hilir M Daud mengatakan permukiman di wilayahnya terendam air luapan sungai.
“Banjir kembali melanda kampung kami, karena tanggul jebol yang belum diperbaiki,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (2/1).
Dia mengungkapkan peristiwa tanggung jebol di Kampung Raja terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Banjir kemudian meluas pada pukul 21.00 WIB.
Tanggung jebol itu, berada di jalan penghubung Kecamatan Bendahara dan Seruway. Air sungai meluap ke jalan dan permukiman, yang sebelumnya sudah porak poranda.
Bencana banjir susulan tersebut, diduga merupakan kiriman wilayah hulu sungai akibat hujan lebat di daerah pegunungan.
“Sejumlah tanggung yang jebol akibat banjir November 2025 di Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlembang,” ujarnya.
Dia mengaku warga setempat cemas, jika memperoleh kabar intensitas hujan lebat di daerah hulu.
“Kami cemas kalau ada kabar hujan lebat. Kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir lagi, karena tanggul penahan sungai sudah jebol,” tuturnya.
Sementara itu, di Desa Semat, Kecamatan Tenggulun, juga sempat banjir akibat sungai objek wisata pemandian Gunung Pandan, meluap pada Rabu (31/12).
“Banjir karena hujan lebat di wilayah atas. Tidak ada korban jiwa, maupun warga yang mengungsi. Hanya banjir lewat,” ucap Kepala Desa Selamat Suherman. (ant)
Tonton Video viral berikut:


