Resmi Dilantik Jadi Wali Kota New York City, Zohran Mamdani Janji Ciptakan Era Baru

suarasurabaya.net
11 jam lalu
Cover Berita

Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City dalam dua rangkaian upacara pada, Kamis (1/1/2025) waktu setempat.

Upacara pelantikan pertama digelar tepat setelah tengah malam di sebuah stasiun kereta bawah tanah tua yang sudah tidak beroperasi di Manhattan. Beberapa jam kemudian, Mamdani kembali dilantik secara terbuka di depan Balai Kota New York City, Kamis siang, dengan disaksikan ribuan warga.

Melansir The Guardians, Politisi Partai Demokrat berusia 34 tahun itu mencetak sejarah sebagai wali kota pertama New York City yang beragama Islam, berdarah Asia Selatan, serta lahir di Afrika. Ia juga menjadi wali kota pertama yang mengucapkan sumpah jabatan dengan menggunakan Al-Qur’an.

Dalam pelantikan di Balai Kota, Mamdani diperkenalkan oleh anggota Alexandria Ocasio-Cortez Kongres Amerika Serikat (AS). Ia menyebut Mamdani sebagai simbol keberanian melawan ketimpangan.

“Kita memilih keberanian daripada ketakutan, kesejahteraan bagi banyak orang dibandingkan keuntungan segelintir elite,” kata Ocasio-Cortez.

Mamdani kemudian disumpah secara resmi oleh Bernie Sanders Senator AS, tokoh yang selama ini menjadi inspirasi politiknya. Sanders menyebut Mamdani sebagai pemimpin yang berani menantang kemapanan politik dan kepentingan elite ekonomi.

“Ini adalah salah satu kejutan politik terbesar dalam sejarah modern Amerika,” ujar Sanders.

Bernie Sanders (kiri) Senator AS saat melantik Zohran Mamdani (kanan) sebagai Wali Kota New York City, di Balai Kota New York, Manhatan, Kamis (1/1/2025). Foto: France24

Mamdani sendiri dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin kota terbesar di AS, berjanji akan menciptakan “era baru” bagi New York City dengan pemerintahan yang berani, inklusif, dan berpihak pada warga kelas pekerja. Mamdani juga menegaskan dirinya tidak akan menurunkan ekspektasi publik.

“Saya menolak menurunkan harapan. Mulai hari ini, kami akan memerintah secara luas dan berani. Kami mungkin tidak selalu berhasil, tetapi kami tidak akan pernah dituduh takut untuk mencoba,” kata Mamdani disambut sorak sorai pendukungnya.

Ia secara terbuka juga menegaskan identitas politiknya sebagai demokrat sosialis. “Saya terpilih sebagai demokrat sosialis dan saya akan memerintah sebagai demokrat sosialis. Saya tidak akan meninggalkan prinsip saya hanya karena takut disebut radikal,” ujarnya.

Mamdani juga menyampaikan bahwa momen pelantikannya merupakan kesempatan langka di mana rakyat secara langsung memegang kendali perubahan.“Peristiwa seperti ini jarang terjadi, dan yang lebih jarang lagi adalah ketika rakyat sendiri yang memegang tuas perubahan,” katanya.

Tak lama setelah dilantik, Mamdani langsung mengambil langkah politik dengan mencabut seluruh perintah eksekutif yang diterbitkan Eric Adams mantan Wali Kota  sejak 26 September 2024, periode setelah Adams didakwa dalam kasus korupsi federal yang kemudian dibatalkan.

Salah satu perintah yang dicabut adalah larangan boikot terhadap Israel oleh pejabat dan staf pemerintahan kota.

Kantor Mamdani menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk memberi “awal yang baru” bagi pemerintahan baru, sekaligus menerbitkan ulang kebijakan yang dianggap sejalan dengan nilai kepemimpinan dan pelayanan publik.

Sebagai wali kota, Mamdani membawa agenda ambisius, termasuk program penitipan anak gratis, bus gratis, pembekuan sewa bagi sekitar satu juta rumah tangga, serta uji coba toko bahan pangan milik pemerintah kota.

Namun, ia juga menghadapi tantangan besar, termasuk pembiayaan program yang diperkirakan mencapai 10 miliar dolar AS.

Selain itu, Mamdani harus bernegosiasi dengan pemerintah negara bagian New York serta menghadapi tekanan politik dari pemerintahan federal. Donald Trump Presiden AS bahkan sempat melabelinya sebagai “komunis”, meski belakangan menyatakan siap bekerja sama.

Di sisi lain, Mamdani juga berupaya meredakan kekhawatiran sebagian warga Yahudi New York terkait sikap kritisnya terhadap pemerintah Israel. Ia memastikan akan menjaga stabilitas, termasuk dengan mempertahankan Jessica Tisch Kepala Kepolisian New York, demi kesinambungan kebijakan keamanan.

Kini, Mamdani bersiap menjalani salah satu jabatan paling berat di politik Amerika, di mana keberhasilannya akan diukur dari hal-hal mendasar seperti kebersihan kota, keamanan, transportasi publik, hingga pengendalian biaya hidup.

Mengakhiri pidatonya, Mamdani menegaskan: “Pekerjaan ini baru saja dimulai.” (bil/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satu Jasad Korban Banjir Bandang Ditemukan di Palembayan Agam
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PMI Berangkatkan 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera: Ekskavator hingga Pacul
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Doktif Jadi Tersangka atas Laporan Richard Lee Terkait Pencemaran Nama Baik
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Konsumsi BBM & Avtur Pertamina Kompak Nanjak di Nataru
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Terpopuler: Adu Nilai Pasar Persib vs Ratchaburi, Agenda Padat Timnas Indonesia di 2026
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.