CRANS-MONTANA, KOMPAS.TV - Swiss menetapkan masa berkabung selama lima hari setelah terjadi peristiwa kebakaran besar di Alpine Ski Resort, Crans-Montana, Swiss.
Insiden yang terjadi pada saat pergantian tahun, Kamis (1/1/2026), itu dilaporkan telah menewaskan 40 orang dan melukai 115 orang lainnya.
Presiden Swiss Guy Parmelin menggambarkan kebakaran itu sebagai peristiwa yang paling traumatis sepanjang sejarah negara tersebut.
Baca Juga: Demonstrasi Berdarah Terjadi di Iran Usai 7 Orang Tewas Gegara Bentrok dengan Pihak Keamanan
"Ini merupakan drama dengan skala yang tak diketahui," ujar Parmelin dikutip dari The Guardian.
Parmelin juga menyampaikan duka cita atas hilang dan terputusnya masa depan para pemuda yang menjadi korban atas insiden kebakaran tersebut.
Sang presiden menambahkan, Swiss berutang kepada para pemuda yang cita-cita, harapan, dan impiannya terhenti akibat tragedi itu.
Dalam kejadian ini, saksi mata mengatakan, api muncul pada pukul 01.30 pagi di bar Le Constellation setelah kembang api atau petasan dimasukkan ke dalam botol sampanye.
Api kemudian menyambar atap dan dengan cepat menyebar membakar ruang bawah tanah yang penuh sesak dengan para pengunjung pesta yang banyak di antaranya merupakan remaja.
Jaksa wilayah Kanton Valais, Beatrice Pilloud, mengaku tak dapat mengomentari laporan mengenai lilin yang menyala menyebabkan kebakaran tersebut.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Guardian
- swiss
- masa berkabung
- lima hari
- kebakaran besar
- resor ski
- pengunungan alpen





