Merahputih.com - Chelsea dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk berpisah dengan manajer Enzo Maresca menyusul serangkaian hasil mengecewakan di kompetisi domestik.
Manajemen The Blues kini bergerak cepat untuk mencari suksesor permanen. Nama Liam Rosenior mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi panas di Stamford Bridge.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, koneksi antara Chelsea dan klub Rosenior saat ini, RC Strasbourg, yang bernaung di bawah konsorsium yang sama, memudahkan proses negosiasi.
Baca juga:
Enzo Maresca Tinggalkan Chelsea Jelang Lawan Manchester City, Siapa Penggantinya?
"Liam Rosenior sangat dihargai oleh petinggi Chelsea seperti yang terungkap beberapa minggu lalu, dan menjadi kandidat utama seperti yang dilaporkan hari ini," ungkap Fabrizio Romano melalui akun X resminya.
Rekam Jejak Liam Rosenior di Sepak Bola InggrisSebelum merambah dunia kepelatihan, pria berusia 41 tahun ini merupakan bek sayap berpengalaman di kompetisi Inggris.
Ia mencatatkan 141 penampilan di Premier League bersama klub-klub seperti Fulham, Reading, dan Hull City.
Koleksi gelarnya termasuk trofi Football League Trophy bersama Bristol City pada musim 2002/2003. Pengalaman panjangnya di berbagai kasta liga Inggris menjadi modal kuat dalam memahami karakter permainan di tanah Britania.
Baca juga:
Chelsea Tiba-tiba Lepas Enzo Maresca, Performa Menurun dan Konflik Internal Jadi Penyebabnya
Transformasi Menjadi Arsitek Taktik PotensialKarier kepelatihan Rosenior dimulai sebagai asisten di Brighton U-23 sebelum akhirnya bergabung dengan Derby County.
Di sana, ia memiliki peran krusial sebagai asisten Wayne Rooney dalam 73 pertandingan. Reputasinya semakin meroket saat menukangi Hull City dan kemudian hijrah ke Prancis untuk memimpin Strasbourg pada Juli 2024.
Di bawah arahannya, Strasbourg tampil impresif dan berhasil menembus posisi ketujuh klasemen Ligue 1. Rosenior dikenal sebagai pelatih modern yang fleksibel secara taktik; meski gemar menggunakan skema tiga bek, ia tidak ragu bertransisi ke formasi empat bek sesuai kebutuhan laga. Meski belum tergolong pelatih elit Eropa, potensinya dianggap mampu membawa visi segar bagi masa depan Chelsea. (Bolaskor)




