Jayapura: Kepolisian Resor Kepulauan Yapen, Papua, menghentikan operasi pencarian terhadap 16 penumpang perahu yang terbalik di Perairan Serui. Keputusan tersebut berlaku sejak Rabu, 31 Desember 2025.
“Memang benar pencarian terhadap 16 penumpang perahu terbalik telah dihentikan sejak Rabu, 31 Desember 2025,” kata Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, saat dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis, 1 Desember 2025, melansir Antara.
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban perahu terbalik di perairan Kepulauan Yapen, Papua, 16 orang dilaporkan hilang. (ANTARA/HO/Dok Polres Kepulauan Yapen)
Perahu yang membawa 21 orang termasuk dua motoris itu mengalami kecelakaan pada Rabu, 24 Desember 2025. Rombongan tersebut diketahui dalam perjalanan menuju Kampung Waindu untuk merayakan Natal. Namun dalam perjalanan, perahu diterjang ombak tinggi disertai angin kencang hingga akhirnya terbalik pada malam hari.
Tiga penumpang berhasil selamat setelah ditemukan warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Mereka adalah Husman (paramedis Puskesmas Waindu), Hengki Injoroweri (Bendahara Kampung Waindu), dan Santi Runtini (paramedis Puskesmas Waindu).
Baca Juga :
Basarnas Perpanjang Pencarian Tiga WNA Spanyol di Perairan Labuan Bajo“Tercatat lima orang korban yang telah ditemukan, dua di antaranya meninggal,” ujar AKBP Ardyan.
Sementara itu, 16 orang lainnya dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan. Operasi pencarian sebelumnya melibatkan tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, TNI, serta bantuan masyarakat.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452181/original/009867600_1766389152-1000118591.jpg)
