Survei Yale: Krisis Iklim di AS Buat Tekanan Biaya Hidup Semakin Tinggi

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Hasil survei terbaru oleh Universitas Yale, sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) kini mengaitkan krisis iklim yang semakin memburuk dengan tekanan biaya hidup mereka. Mayoritas responden juga menyatakan tidak setuju dengan langkah pemerintahan Trump untuk memangkas penelitian iklim dan menghentikan pembangunan ladang angin.

Menurut laporan The Guardian, sekitar 65% pemilih terdaftar di AS berpandangan bahwa pemanasan global memengaruhi biaya hidup. Peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, badai, dan gelombang panas yang diperparah oleh krisis iklim telah berdampak besar pada produksi pangan. 

Lonjakan harga kopi dan cokelat baru-baru ini, menurut para ahli, setidaknya sebagian disebabkan oleh pemanasan global.

Sementara itu, banyak warga AS menghadapi kenaikan biaya listrik rumah tangga serta lonjakan tajam premi asuransi rumah. 

“Kedua hal ini juga dipengaruhi oleh krisis iklim dan keputusan pemerintahan Trump untuk mengekang tenaga surya dan angin, yang sering kali merupakan sumber energi termurah,” kata periset dari Universitas Yale dalam survei tersebut, seperti dikutip The Guardian, Jumat (2/1).

Selain itu, terjadi penolakan luas di banyak komunitas terhadap pusat data baru, yang didukung oleh pemerintahan dan industri teknologi karena dianggap mendorong kecerdasan buatan, tetapi dikritik karena menghasilkan emisi pemanas dan menaikkan tagihan listrik. 

Anthony Leiserowitz, Direktur Yale Program on Climate Change Communication, mengatakan meskipun fokus pada krisis iklim mulai memudar di kalangan banyak politisi dan aktivis, banyak warga AS justru memahami hubungan antara kenaikan suhu dan kenaikan tagihan.

“Saya merasa sangat heran bahwa sebagian orang di komunitas iklim mengatakan kita harus berhenti membicarakan iklim karena ada krisis biaya hidup,” kata Leiserowitz. 

“Ini adalah kesalahan mendasar untuk memperlakukan isu-isu ini seolah saling terpisah, solusi iklim juga merupakan solusi biaya hidup. Sebagian besar wacana elite sangat buruk dalam memperkirakan atau memahami tingkat kekhawatiran publik, dan ini adalah contoh yang jelas,” ujarnya.

Di era ketika kekhawatiran tentang imigrasi, kejahatan, dan inflasi tampak mendominasi, Leiserowitz mengatakan krisis iklim tetap dapat memotivasi pemilih jika ditangani dengan tepat.

“Jika anak Anda menderita asma, Anda seharusnya peduli pada perubahan iklim. Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda seharusnya peduli pada perubahan iklim. Jika Anda suka cokelat, Anda seharusnya peduli pada perubahan iklim,” ujarnya. 

“Jika kita terjebak membicarakan hal ini hanya dari sudut pandang ilmiah atau politik, itu adalah cara bercerita yang sangat sempit, padahal ini adalah cerita terbesar di planet ini,” kata Leiserowitz. 

Mayoritas Pemilih di AS Menentang Pembatasan Informasi tentang Iklim

Menurut jajak pendapat Yale, hampir delapan dari sepuluh pemilih terdaftar menentang pembatasan informasi dan penelitian iklim, sementara proporsi yang sama menolak tuntutan Trump agar Badan Manajemen Darurat Federal (Fema) dibubarkan. 

Sebanyak 65% pemilih lainnya tidak setuju dengan langkah Trump untuk memblokir ladang angin lepas pantai yang baru.

“Hal semacam ini terus terjadi, situs web EPA telah dibersihkan dari informasi iklim dan pemerintahan ingin menyingkirkan salah satu organisasi riset iklim paling terkemuka di dunia karena alasan ideologis,” kata Leiserowitz.

Sebagai informasi, sejak menjabat pemerintahan Trump mulai membongkar aturan-aturan mengenai lingkungan, memecat ilmuwan federal, menghapus informasi publik tentang krisis iklim, dan secara terbuka mendukung industri bahan bakar fosil dibandingkan bentuk energi yang lebih bersih. 

Trump mengatakan energi terbarukan adalah “tipuan” dan “penipuan” serta berupaya melarang beberapa ladang surya dan angin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Penumpang Wanita Jadi Korban Pelecehan, Transjakarta Siap Berikan Pendampingan Hukum
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Chandra Asri Pacific (TPIA) Rampungkan Akuisisi Jaringan SPBU Esso di Singapura
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Ditahan Imbang Sunderland 0-0, Manchester City Gagal Dekati Arsenal di Puncak Klasemen
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Tanah bergerak di Blora meluas, rekahan baru mendekati pemukiman
• 48 menit laluantaranews.com
thumb
Kementerian Transmigrasi Salurkan 1.700 Paket Sembako untuk Transmigran di Batam
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.