Jangan Asal Olah Makanan Sisa Tahun Baru, Begini Saran Dokter

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Banyak dari kita yang mungkin bingung saat memiliki makanan sisa, semisal saat usai mengadakan pesta tahun baru kemarin. Biasanya, setelah pesta tahun baru, masih banyak makanan tersisa di rumah yang sayang apabila harus dibuang.

Sebenarnya, makanan sisa memang masih bisa diolah kembali menjadi makanan enak. Namun, seorang dokter umum berbasis di Singapura, Dr. Samuel Choudhury menjelaskan, sisa makanan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius apabila tidak ditangani dengan benar.

Doktor Choudhury mencontohkan sebuah kasus yang sudah terjadi lama, yang mana sisa makanan mampu merenggut nyawa tiga orang pada 2010. "Kisah tersebut bermula saat beberapa sisa ayam disimpan dalam panci besar dan dimasukkan ke kulkas. Keesokan harinya, ayam tersebut kembali dimasak untuk isian sandwich. Saat itulah Trachyctes menyerang," ujarnya, seperti dikutip dari Times of India.

"Lima puluh empat orang mengalami keracunan makanan, dan itu belum berakhir. Meskipun dirawat di rumah sakit, tiga orang meninggal dunia. Dan jika kamu bertanya-tanya, bagaimana ini bisa terjadi? (Itu karena) Mereka tidak mematuhi aturan penyimpanan makanan yang aman," tambahnya.

Lebih lanjut, Choudhury mengatakan, sejatinya saat kamu menyimpan makanan sisa ada batasan waktu yang harus dipahami terlebih dahulu, dan jangan asal langsung memasukkannya dalam kulkas.

"Kuncinya pendinginan yang cepat. Turunkan suhu hingga 21 derajat dalam dua jam dan turunkan hingga 5 derajat dalam empat jam. Total maksimal enam jam. Mendinginkan makanan dengan cepat bukan berarti anda langsung memasukkan ke dalam kulkas," tegasnya.

Tips selanjutnya, Choudhury mengingatkan untuk tidak mengeluarkan dan memasukkan makanan berulang kali ke dalam kulkas.

Jenis-jenis Makanan Matang yang Memiliki Risiko Tinggi saat Disimpan dalam Kulkas

Kemudian, Choudhury membeberkan beberapa jenis makanan sisa yang memiliki risiko tinggi apabila kamu simpan dalam kulkas.

"Makanan seperti daging, pasta, dan nasi serta produk susu yang mengandung banyak air semuanya termasuk makanan berisiko tinggi," ungkapnya.

Dia pun menegaskan kembali bahwa keracunan makanan merupakan gejala medis serius dan perlu penanganan segera ke rumah sakit. Maka itu, ada baiknya kamu lebih berhati-hati dalam menyimpan makanan sisa di rumah guna menghindari keracunan makanan atau penyakit lainnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Video: Produksi Kapal Dalam Negeri, RI Masih Tergantung Bahan Impor
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
TKA 2025: Mencetak Angka atau Memerdekakan Nalar yang Rapuh?
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Danielle Eks NewJeans dan Keluarganya Digugat Rp 497,8 M
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ezra Walian Ingin Persik Kediri Konsisten di Jalur Kemenangan, Saat Lawan Persib
• 7 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.