Pemerintah berencana membangun 15 ribu hunian atau rumah bagi masyarakat terdampak bencana Pulau Sumatera. Pembangunan ini dilakukan melalui Danantara Indonesia.
Jumlah 15 ribu hunian ini dibangun di tiga provinsi terdampak. Pembangunan rumah di Aceh akan dibangun 12 ribu unit, Sumatera Utara kurang lebih 2000 unit dan Sumatera Barat 500 unit.
Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan hunian ini dibangun di atas lahan PTPN yang telah melalui proses pembersihan lahan (land clearing). Setiap unitnya memiliki luas sekitar 22 meter persegi, dengan ukuran kurang lebih 4,5 x 4,5 meter sehingga memenuhi standar hunian layak.
Hunian ini dilengkapi dengan fasilitas dasar penunjang. Meliputi tempat tidur, kipas angin, lemari, akses jaringan internet, serta sambungan listrik untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga.
Kawasan rumah Danantara juga dilengkapi dengan ruang komunal yang dapat digunakan bersama oleh para penghuni. Mulai dari dapur bersama, toilet, taman bermain anak, serta mushola sebagai sarana ibadah dan interaksi sosial masyarakat.
Pemerintah menargetkan 15 ribu hunian ini bisa terbangun dalam tiga bulan. Pada tahap awal, jumlah hunian yang dibangun sebanyak 600 unit. Lokasinya terletak di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang sudah dimulai sejak 24 Desember 2025.
Pemerintah berencana menyerahkan 600 unit rumah ini pekan depan. "Rumah Hunian Danantara ini akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah," ujar Rosan dikutip dari Antara, Jumat (2/1).
Selain rumah, pemerintah juga akan menyerahkan taman bermain, jaringan wifi, dapur umum sebanyak 14 unit, serta toilet dan kamar mandi 120 unit.
Berdasarkan keterangan Kementerian Sekretariat Negara, rumah ini dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang aman bagi para warga terdampak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung. Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.
Pemerintah memprioritaskan ketersediaan hunian yang layak agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Pembangunan rumah hunian Danantara tahap pertama ini merupakan hasil kolaborasi tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


