Tragedi! Pria Brasil Tewas Tersedak Saat Mengikuti Lomba Makan Semangka

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sebuah kecelakaan tragis baru-baru ini terjadi di sebuah resor wisata di Brasil. Seorang pria berusia 37 tahun meninggal dunia karena tersedak dan mengalami mati lemas saat mengikuti lomba makan semangka.

Menurut laporan media Inggris Metro, pria tersebut bernama Carlos Cerasomma, berusia 37 tahun, ayah dari empat anak. Pada 11 Desember sore, ia bersama istrinya mengikuti sebuah kegiatan hiburan berupa lomba makan semangka di Resor Pemandian Air Panas São Pedro, Brasil. Dalam lomba tersebut, para peserta diminta untuk menghabiskan semangka di atas meja secepat mungkin dengan kedua tangan diikat ke belakang.

Istri Cerasomma, Kimberly Santos, mengatakan bahwa seorang staf memberi tahu dirinya bahwa suaminya hanya tinggal memakan potongan terakhir semangka, namun kemudian mendapati ia sudah tidak bereaksi.

Setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, Cerasomma segera dilarikan ke Pusat Perawatan Darurat São Pedro. Di sana, ia dinyatakan meninggal dunia. Rumah sakit mengkonfirmasi bahwa penyebab kematiannya adalah mati lemas akibat penyumbatan saluran pernapasan.

Pernyataan dari dinas pemadam kebakaran menyebutkan:  “Korban tersedak makanan dan dibawa ke unit gawat darurat (UPA), namun akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia.”

Setelah kejadian, keluarga korban menyatakan bahwa pihak resor tidak melakukan penanganan darurat dengan layak dan harus bertanggung jawab. 

Santos mengatakan bahwa resor tersebut kekurangan tenaga medis, serta penjaga pantai dan staf lainnya tidak merespons dengan cepat. Kemudian seorang perawat memang datang, namun tidak memberikan perawatan apa pun kepada Carlos. Suaminya terbaring di tanah selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh petugas pemadam kebakaran. Dalam kesedihan mendalam, Santos menyatakan akan mengajukan gugatan hukum terhadap pihak hotel.

Santos juga menyebutkan bahwa suaminya memiliki tinggi badan sekitar 1,8 meter, sementara meja lomba sangat rendah, sehingga memaksanya mengambil posisi tubuh yang berpotensi menyebabkan tersedak.

Pihak resor mengeluarkan pernyataan yang membantah tuduhan tersebut. Menurut laporan, resor tidak menjawab pertanyaan terkait aturan keselamatan dalam kegiatan tersebut, serta tidak menjelaskan alasan awal mengapa kematian itu sempat disebut sebagai akibat penyakit mendadak.

Dinas pemadam kebakaran menyatakan bahwa “kasus ini telah didaftarkan di Kepolisian São Pedro sebagai kasus kematian yang mencurigakan.”

Diterjemahkan dan dilaporkan oleh jurnalis Jin Jing / Editor Lin Qing


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Hujan Deras di Banjarnegara, Pengendara Motor Terbawa Arus | BERITA UTAMA
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi: Ada Ruam Merah di Sekujur Tubuh Ketiga Jenazah di Warakas
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puas dengan kinerja Spalletti, Juventus siap berikan kontrak baru
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Alarm Kemunduran Demokrasi Lokal
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.