Kronologi Kades di Lampung Tewas Terinjak Gajah Liar, Berawal Ingin Halau Pakai Mercon Namun Berujung Celaka

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang kades di Lampung tewas usai terinjak gajah liar. Peristiwa tersebut terjadi saat berawal ingin menghalau pakai mercon namun berujung celaka.

Seorang kepala desa di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, meninggal dunia akibat diserang kawanan gajah liar. Bagaimana kisahnya?

Berikut kronologi kades di Lampung tewas terinjak gajah liar. Hal itu terjadi saat berawal ingin menghalau pakai mercon namun berujung celaka.

Melansir dari Kompas TV, Kepala desa bersama sejumlah warga berusaha mengusir kawanan gajah yang memasuki kawasan permukiman. Sekelompok gajah tersebut dilaporkan masuk ke lahan pertanian milik warga di Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.

Kepala desa dan warga setempat kemudian mencoba menggiring kawanan gajah itu agar kembali ke wilayah hutan. Langkah tersebut dilakukan karena beberapa ekor gajah telah memasuki area persawahan dan memakan hasil panen petani.

Namun, upaya itu berujung tragis. Kawanan gajah justru menyerang Kepala Desa Braja Asri, Darusman. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Darusman tidak dapat diselamatkan.

Balai Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, menjelaskan bahwa sebanyak 11 ekor gajah liar memasuki kawasan pertanian warga hingga akhirnya menyerang korban. Saat ini, pihak Balai Taman Nasional Way Kambas bersama pemerintah daerah tengah berupaya mengerahkan puluhan gajah jinak sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), M Zaidi, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat pihaknya menerima laporan terkait keberadaan gajah liar yang terjebak di kebun milik warga.

"Pukul 06.30 WIB, Tim TNWK mendapat laporan dari Babinsa Braja Asri, Agus, bahwa ada seekor gajah liar terjebak di kebun karet masyarakat di samping Jembatan Putul," ujar Zaidi, dikutip dari TribunMedan.com.

Pada rentang waktu sekitar pukul 07.15 hingga 09.00 WIB, tim TNWK bersama Danramil, Kapolsek, dan Camat tiba di lokasi kejadian. Mereka kemudian menunggu kehadiran Kepala Desa Braja Asri, Darusman, untuk menentukan langkah penanganan yang akan dilakukan.

Setelah Darusman tiba sekitar pukul 09.00 WIB, disepakati bahwa gajah tersebut akan digiring kembali ke kawasan hutan.

 

"Saat proses penggiringan berlangsung, terjadi miskomunikasi dengan tim blokade bawah."

"Tim bawah masih berjaga di jalur masuk hutan sambil membunyikan dentuman dan petasan, sehingga gajah yang ketakutan justru berbalik arah ke atas," jelas Zaidi.

Ia menuturkan, tim di bagian bawah masih berjaga di jalur masuk hutan sambil menyalakan petasan dan suara dentuman, sehingga membuat gajah panik dan justru berbalik arah ke area atas.

Dalam situasi genting tersebut, tim yang berada di posisi atas kehabisan persediaan mercon. Akibatnya, gajah liar menjadi agresif dan menyerang tim blokade atas.

"Saat semua orang berusaha menyelamatkan diri, gajah menyerang Pak Darusman. Kejadian itu tercatat sekitar pukul 11.10 WIB," tambah Zaidi.

Darusman langsung dievakuasi oleh tim gabungan di lapangan bersama warga, namun sayang, nyawanya tidak tertolong.

Darusman bersama ratusan warga lainnya, sekitar pukul 10.30 WIB, berupaya mengusir puluhan gajah liar yang masuk ke kawasan perladangan agar tidak merusak tanaman milik warga. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Kusnan menuturkan bahwa Darusman sempat menerima tiga kali panggilan telepon dari warganya sekitar pukul 09.30 WIB.

Panggilan itu berisi laporan mendesak terkait masuknya kawanan gajah ke area pertanian. Menanggapi laporan tersebut, lanjut Kusnan, Darusman segera bersiap dan turun langsung ke lapangan bersama warga untuk ikut dalam upaya penghalauan gajah agar tidak semakin masuk ke wilayah desa.

"Kalau kronologi di lokasi secara detail, kami dari keluarga tidak tahu persis. Tapi, dari cerita warga yang ada di lokasi saat itu, ratusan warga yang terbagi menjadi beberapa kelompok sedang berupaya menghalau kawanan gajah berjumlah sekitar 17 ekor yang datang dari arah Timur."

"Kemudian, kelompok Darusman berjaga dari arah Barat. Upaya penghalauan gajah digiring dengan menggunakan kembang api atau petasan."

"Namun ada kejadian tak terduga, saat gajah dari arah Timur sudah di posisi dekat dengan tim Darusman dan akhirnya tepergok."

 

"Darusman terjatuh dan di situlah 2 ekor gajah menyerang Darusman, hingga mengalami luka serius pada kedua kaki, dada, dan pelipis," cerita Kusnan.

Usai kejadian, Darusman sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga yang berada di lokasi. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia pun mengembuskan napas terakhir.

Kusnan menambahkan, peristiwa masuknya kawanan gajah liar ke wilayah permukiman dan pertanian warga sepanjang tahun 2025 bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang kali. Ia menduga, kawanan gajah tersebut masuk ke desa untuk mencari sumber makanan dari tanaman pertanian milik warga.

Kusnan pun mempertanyakan sampai kapan masyarakat harus terus berjibaku menghalau gajah liar demi melindungi ladang yang menjadi sumber penghidupan mereka. Bahkan, menurutnya, menjelang musim panen, warga bukannya merasa gembira, melainkan justru diliputi kekhawatiran karena hasil tanamannya terancam dimakan gajah liar.

"Menjelang panen, para petani justru tidak bisa tidur dengan tenang karena sibuk berjaga di lahan pertanian mereka, mengawasi dan mengamankan sumber pendapatan mereka dari gajah liar," ujar dia.

Kusnan menegaskan bahwa dirinya bersama warga desa penyangga TNWK membutuhkan langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur beserta jajaran terkait untuk menangani konflik ini. Pasalnya, bukan hanya Desa Braja Asri yang kerap dimasuki gajah liar, tetapi juga wilayah lain seperti Braja Selebah, Purbolinggo, dan Labuhan Ratu.

"Kalau nggak dihalau warga, habis ini tanaman jagung, padi, milik petani dimakan gajah liar. Inilah yang menjadi masalah bertahun-tahun."

"Kalau tidak ada solusi konkret, kejadian ini ya bakal terus berulang dan berulang di kemudian hari," ucap Kusnan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Keandalan Listrik Aceh Pascabencana, PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan–Langsa
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
4 Kalimat yang Tidak Diucap Orang Tua dengan EQ Tinggi pada Anak-anaknya
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Foto: Liverpool Ditahan Imbang Leeds United di Anfield
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kylian Mbappe Cedera Lutut, Absen Hingga Tiga Pekan
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 2 Januari 2026 Naik Tipis Rp3.000, Harganya Jadi Rp2.504.000 per Gram
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.