Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Aceh Tamiang
Sisa-sisa banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang pada akhir November 2025 perlahan mulai tersingkir. Pondok Pesantren (PP) Darul Mukhlisin, yang sempat tertimbun lumpur dan kayu gelondongan, kini menampakkan wajah yang lebih lega dan tertata rapi.
Dokumentasi terbaru yang diterima Bakom RI pada Jumat (2/1/2026) menunjukkan perubahan signifikan. Halaman pesantren yang sebelumnya “diterjang hutan kayu darurat” kini bersih, akses vital terbuka, dan bangunan masjid berdiri kokoh tanpa terhalang material kayu.
Koordinator Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin, Ahmad Fauzi, mengatakan kerja keras lintas unsur menjadi kunci keberhasilan pembersihan:
“Alat berat dikerahkan siang dan malam, bekerja tanpa kenal lelah. Saat ini area utama pesantren sudah bersih dari kayu besar, dan masjid serta bangunan pendidikan bisa diakses kembali dengan aman,” ujar Ahmad.
Meski beberapa sisa kayu masih terlihat di luar area pesantren, kondisi lingkungan pendidikan kini jauh lebih tertata. Pembersihan ini menjadi langkah awal untuk memulihkan aktivitas ibadah dan pendidikan para santri.
Ahmad menambahkan, target selanjutnya adalah memastikan sarana pendidikan dapat berfungsi kembali secara penuh.
“Kami berharap para santri bisa segera kembali menimba ilmu dengan tenang. Bersihnya area dari tumpukan kayu memberi harapan baru bagi seluruh warga pesantren," ucapnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah, relawan, dan masyarakat lokal mampu menghadirkan pemulihan pascabencana yang nyata di Aceh Tamiang.
Editor: Redaktur TVRINews



