Yogyakarta dan Semarang Jadi Destinasi Favorit Pengguna Kereta Api Selama Nataru 2025/26

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT KAI (Persero) mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Nataru 2025/26.

PT KAI (Persero) mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Nataru 2025/26. (Foto: Dok. KAI)

IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hingga 31 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket untuk periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 telah mencapai 3,76 juta tiket. 

Secara operasional, sepanjang 18 hingga 30 Desember 2025, KAI telah melayani 2,98 juta pelanggan kereta api jarak jauh (KAJJ) dan lokal di wilayah Jawa dan Sumatera. Tingginya jumlah pelanggan yang telah dilayani mencerminkan intensitas pergerakan masyarakat yang terus berlangsung hingga penutupan masa Angkutan Nataru pada awal Januari 2026.

Baca Juga:
Arus Balik Mulai Terlihat, 46 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, tingginya penjualan tiket dan volume pelanggan yang telah dilayani mencerminkan optimalnya pemanfaatan kapasitas yang disiapkan KAI, termasuk melalui penambahan perjalanan kereta api.

“Hingga akhir Desember, hampir 3 juta pelanggan KA jarak jauh dan lokal telah kami layani. Sementara itu, penjualan tiket yang mendekati 3,8 juta menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat masih berlanjut hingga penutupan masa Angkutan Nataru,” ujar Anne melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:
KAI Sebut Perjalanan Kereta Api selama Malam Tahun Baru Berjalan Lancar  

Penjualan tiket KAJJ tercatat sebanyak 3,10 juta tiket atau 112,3 persen dari kapasitas 2,76 juta tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 659 ribu tiket, setara 88,5 persen dari kapasitas 74 ribu tempat duduk.

“Okupansi kereta api jarak jauh yang melampaui 100 persen terjadi karena pemanfaatan perjalanan antarstasiun oleh penumpang dinamis, di mana pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang lintasan. Dengan pola perjalanan tersebut, satu tempat duduk dapat dimanfaatkan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu rangkaian perjalanan,” tutur Anne.

Pada periode Nataru ini, KAI juga menghadirkan program diskon tarif 30 persen yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1,51 juta tempat duduk yang disiapkan. Hingga 31 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tiket kereta api ekonomi komersial tarif diskon yang terjual mencapai 1,32 juta tiket atau sekitar 88 persen dari kapasitas program.

Selama Angkutan Nataru, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Semarang menjadi destinasi favorit pengguna KA. Hal ini ditandai dengan tingginya penjualan tiket relasi Gambir-Yogyakarta PP dan Gambir-Semarang Tawang PP.

Top 10 Relasi Favorit Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ):

1. Gambir – Yogyakarta: 43.568 pelanggan
2. Yogyakarta – Gambir: 43.101 pelanggan
3. Semarang Tawang – Gambir: 30.190 pelanggan
4. Lempuyangan – Pasar Senen: 29.583 pelanggan
5. Gambir – Semarang Tawang: 28.319 pelanggan
6. Bandung – Gambir: 28.091 pelanggan
7. Pasar Senen – Lempuyangan: 28.047 pelanggan
8. Gambir – Bandung: 27.860 pelanggan
9. Yogyakarta – Surabaya Gubeng: 25.873 pelanggan
10. Surabaya Gubeng – Yogyakarta: 25.078 pelanggan

Top 10 Relasi Favorit Kereta Api Lokal:

1. Sukabumi – Bogor Paledang: 17.381 pelanggan
2. Bogor Paledang – Sukabumi: 17.369 pelanggan
3. Solo Balapan – Semarang Tawang: 15.876 pelanggan
4. Semarang Tawang – Solo Balapan: 14.752 pelanggan
5. Sukabumi – Cianjur: 12.698 pelanggan
6. Pariaman – Padang: 12.632 pelanggan
7. Padang – Pariaman: 12.224 pelanggan
8. Cianjur – Sukabumi: 10.892 pelanggan
9. Medan – Pematang Siantar: 9.668 pelanggan
10. Pematang Siantar – Medan: 9.220 pelanggan

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Membongkar Alasan Chelsea Berpisah dengan Maresca
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Tahun Pertaruhan
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Eks Kepala BMKG Minta Pemerintah Petakan Perubahan Aliran Sungai sebelum Bangun Huntara
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Proses Perceraiannya dengan Ridwan Kamil Masih Bergulir, Atalia Praratya Ungkap Harapannya di Tahun 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG Imbau Waspada Potensi Rob di Pesisir Bali hingga 6 Januari 2026
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.