JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta pemerintah memperhatikan perubahan aliran sungai dalam pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir Sumatera.
Dwikorita mengaku menyambut baik dimulainya pembangunan huntara untuk korban banjir mulai awal tahun ini.
Terlebih lagi, sebagian besar wilayah terdampak masih mengalami musim hujan sehinga pengungsi butuh tempat berteduh.
Tetapi, Dwikorita mengingatkan pentingnya pemetaan ulang aliran sungai di sekitar lokasi huntara.
Pasalnya, usai banjir besar pada akhir November lalu, aliran sungai mengalami perubahan karena sedimentasi dan timbunan material.
Baca Juga: Prabowo Gelar Ratas di Aceh Tamiang, Bahas Huntara untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
"Tapi mohon juga diperhatikan lingkungan sekitar dari huntara tersebut, mestinya itu kan sudah tahu petanya, ya. Apakah peta tersebut insyallah itu adalah lokasi yang cukup jauh dari sungai," kata Dwikorita dalam program "Sapa Indonesia Pagi" KompasTV, Kamis (1/1/2026).
"Karena sungai yang awal, itu pun sebagian besar sudah tertutup sedimen dan kayu-kayu. Hujan masih turun, sungai masih mengalir, dia akan mencari jalan yang lain," imbuhnya.
Pakar kebencanaan UGM itu menambahkan, pembangunan huntara seharusnya minimal berjarak beberapa ratus meter dari aliran sungai baru.
"Huntara masih bisa di lokasi dekat dengan sungai, tapi ada jaraknya, karena huntara kan sementara. Yang paling penting, yang perlu ideal adalah (lokasi) hunian tetap, karena akan selamanya," katanya.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- huntara
- pembangunan huntara
- dwikorita karnawati
- daerah aliran sungai
- banjir sumatera



