Tampuk kepemimpinan perusahaan raksasa investasi Amerika Serikat, Berkshire Hathaway resmi berganti. Warren Buffett menyerahkan posisi CEO kepada Greg Abel setelah lebih dari enam dekade memimpin salah satu konglomerasi investasi terbesar dunia itu.
Buffett, yang dikenal sebagai investor paling sukses sepanjang masa, resmi mengakhiri peran eksekutifnya pada Rabu, 31 Desember 2025. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sepenuhnya pensiun. Di usia 95 tahun, Buffett tetap menjabat sebagai ketua dewan direksi dan masih berencana rutin datang ke kantor pusat Berkshire Hathaway di Omaha.
“Saya akan berdiam diri… semacamnya,” ujar Buffett seperti yang dikutip dari CNBC pada Jumat (2/1).
Abel bukanlah sosok baru di Berkshire. Ia telah menjabat sebagai wakil ketua operasi non-asuransi sejak 2018 dan selama bertahun-tahun mengelola bisnis non-asuransi perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Abel juga sudah terjun langsung mengelola anak-anak usaha Berkshire Hathaway. Lantas seperti apa sosok CEO baru pengganti Buffet di perusahaan raksasa investasi asal Amerika Serikat tersebut?
Merujuk laporan CNBC, dewan direksi Berkshire Hathaway sebelumnya sudah memutuskan mengangkat Greg Abel sebagai Presiden dan CEO setelah Buffett pensiun.
Abel telah bekerja bersama Berkshire Hathaway selama lebih dari dua dekade. Selain perannya sebagai wakil ketua, ia juga memimpin Berkshire Hathaway Energy (BHE) sebagai CEO yang mengelola aset energi perusahaan.
Greg Abel lahir di Edmonton, Kanada dan dibesarkan dalam keluarga kelas pekerja. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang, sedangkan pamannya Sid Abel merupakan mantan pemain hoki profesional yang memperkuat Detroit Red Wings selama lebih dari satu dekade. Sejak kecil, Abel terbiasa dengan kehidupan disiplin dan kerja keras.
Untuk mencari uang saku, Abel sempat mengerjakan berbagai pekerjaan serabutan. Mulai dari mengantar brosur iklan hingga mengisi alat pemadam kebakaran di perusahaan tempat ayahnya bekerja yakni Levitt Safety seperti yang dilaporkan The Globe and Mail.
Menilik rekam jejak pendidikan dan karirnya, Abel lulus dari Universitas Alberta pada 1984 dengan gelar sarjana perdagangan di bidang akuntansi. Ia memulai karier sebagai akuntan di PricewaterhouseCoopers sebelum bergabung dengan perusahaan energi panas bumi CalEnergy yang kemudian menjadi MidAmerican Energy.
“Akuntansi menjadi fokus utama saya ketika saya menyadari betapa pentingnya memahami hal-hal seperti laporan laba rugi dan arus kas,” ujar Abel kepada publikasi Universitas Alberta, New Trail pada 2013 dikutip dari CNBC.
Pada pertengahan 1990-an, Abel pindah ke Inggris untuk menangani akuisisi perusahaan utilitas oleh CalEnergy. Di sana, kinerjanya menarik perhatian Walter Scott Jr., pemegang saham CalEnergy sekaligus anggota dewan direksi Berkshire Hathaway.
“Greg adalah tipe orang yang, kapan pun diminta untuk melakukan sesuatu, ia bersedia untuk pergi dan melakukannya,” ujar Scott dalam wawancara dengan Fortune pada 2011.
Berkshire Hathaway resmi mengakuisisi saham mayoritas di MidAmerican Energy pada 1999 saat Abel menjabat sebagai presiden perusahaan tersebut. Ia kemudian diangkat menjadi CEO MidAmerican pada 2008 sebelum perusahaan itu berganti nama menjadi Berkshire Hathaway Energy.
Dari sisi remunerasi, gaji Abel di Berkshire Hathaway bervariasi setiap tahun. Pada 2024, ia menerima gaji pokok US$ 21 juta, ditambah bonus dalam beberapa tahun sebelumnya. Pada 2016, kompensasinya bahkan mencapai US$ 41 juta seiring lonjakan kinerja BHE.
Pada 2022, Abel pernah menjual 1% sahamnya di BHE senilai US$ 870 juta. Buffett sebelumnya menegaskan bahwa penerusnya haruslah sosok yang sudah mapan secara finansial dan tidak termotivasi semata oleh akumulasi kekayaan.
Abel kerap dijuluki sebagai “pembuat kesepakatan yang cerdas”. Buffett bahkan menyebutnya sebagai eksekutif dengan pemikiran bisnis yang inovatif.
“Saya selalu meluangkan waktu untuk Greg ketika dia menelepon, karena dia memberi saya ide-ide hebat dan benar-benar inovatif dalam pemikiran dan pendekatan bisnisnya,” kata Buffett pada 2013.
Meski telah meniti karier panjang, Abel menegaskan ambisinya belum surut. “Saya ingin memberikan dampak dan terlibat langsung untuk memastikan perusahaan kami sukses,” ujarnya.
Sejak lama, Abel dipandang sebagai calon kuat penerus Buffett, bersama wakil ketua operasi asuransi Berkshire Ajit Jain. Charlie Munger, mitra lama Buffett yang wafat pada 2023.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4225274/original/087431500_1668390105-034552000_1652066150-20220509-FOTO---GAGE-Herman-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826277/original/056858900_1715175570-fotor-ai-2024050820396.jpg)
