Gak Cuma Setop Impor di Tahun Ini, RI Bakal Surplus Solar!

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok: Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Indonesia tidak akan lagi melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Solar pada 2026 mendatang. Hal ini salah satunya dipicu oleh beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan rencana penghentian impor solar akan bergantung pada optimalisasi produksi kilang, khususnya dari RDMP Balikpapan. Bahkan dengan rampungnya RDMP Balikpapan akan membuat Indonesia surplus solar.

"Ini asumsinya pada tahun ini kan kita juga bisa, ini surplus dan juga ini swasembada untuk solar sama avtur," kata Yuliot di gedung Kementerian ESDM, Jumat (2/1/2026).


Baca: Kilang Pertamina & Polytama Perpanjang Kontrak Jual Beli Propylene

Menurut dia, pemerintah berharap produksi dalam negeri tersebut dapat sepenuhnya menyesuaikan kebutuhan nasional, sehingga ketergantungan terhadap impor bisa dihentikan.

"Jadi ini kita akan lihat produksi dalam negeri terlebih dulu, ya kira-kira berapa. Jadi berapa alokasi untuk impor, berapa untuk kebutuhan dalam negeri," kata Yuliot.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan kebijakan penghentian impor solar berlaku menyeluruh, termasuk bagi SPBU swasta. Hal ini sejalan dengan target pemerintah yang memproyeksikan Indonesia tidak lagi impor BBM pada 2026.

Menurut dia, setop impor solar salah satunya dipicu oleh beroperasinya proyek RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur. Dimana kilang ini akan menambah kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 100.000 barel per hari (bph), dari sebelumnya 260.000 bph menjadi 360.000 bph.

"Jadi artinya kita tidak impor lagi, swasta kalau mau beli, silahkan beli yang ada di dalam produk dari kilang dalam negeri. Jadi seperti itu, pemahaman dari setop impor itu seperti itu. Swasta pun harus beli dari dalam negeri. Ini saya bicaranya CN48 ya," kata Laode di Jakarta, dikutip Selasa (23/12/2025).

Laode menilai dengan rampungnya proyek RDMP Balikpapan akan membuat Indonesia surplus solar. Karena itu, surplus solar yang dihasilkan nantinya akan diserap untuk kebutuhan domestik, termasuk untuk mendukung implementasi mandatori biodiesel.

"Nah, kelebihan solar ini tentunya nanti akan di-matching-kan dengan B40. Jadi skenario B40 juga sudah ada skenario di semester ke-2 kan itu. Kalau Pak Menteri sudah menyebutkan juga akan introduction ke B50," katanya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Waspada Gonjang-ganjing Dunia di 2025 Bisa Berlanjut ke 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Israel Akui Somaliland Tuai Kecaman Sana-sini Termasuk dari RI
• 12 jam laludetik.com
thumb
Dandim Jember Bantah Kabar Anggota Babinsa Tewas Gegara Pesta Miras
• 12 menit lalujpnn.com
thumb
Waka Komisi V DPR Dorong Percepatan Lahan Huntap Korban Bencana Aceh-Sumatera
• 2 jam laludetik.com
thumb
Penyebab Kematian Sekeluarga di Jakut Belum Terungkap, Polisi Masih Dalami Bukti dan Saksi
• 57 menit lalukompas.com
thumb
Saham Wall Street Anjlok Saat Hari Terakhir 2025
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.