Destinasi Wisata Gratis di Jateng Jadi Primadona Saat Libur Natal dan Tahun Baru

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah naik tipis dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Destinasi wisata yang menjadi primadona adalah yang tidak berbayar, seperti Kawasan Kota Lama di Semarang, Masjid Agung Demak, dan Makam Sunan Kalijaga Demak.

Data Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng menyebut, jumlah kunjungan wisata di daerahnya mulai 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 sebanyak 3.893.360 orang. Jumlah itu disebut naik sebesar 1,89 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sekitar 3,82 juta orang.

Jumlah kunjungan wisata itu disebut Kepala Disporapar Jateng Muhamad Masrofi masih terus bertambah. Sebab, libur Nataru masih akan berlangsung hingga Minggu (4/1/2025).

Baca JugaBenteng Tua Ambarawa Bangun dari Tidurnya

“Ini kan masih ada yang cuti sampai hari Minggu, termasuk anak-anak sekolah itu baru masuk di tanggal 5 Januari, jadi data kunjungan ini masih akan terus bertambah. Prediksi kami, sampai dengan Minggu, jumlah kunjungan wisata di Jateng selama Nataru antara 4,3 sampai 4,5 juta,” kata Masrofi saat ditemui, Jumat (2/1/2026).

Menurut Masrofi, ada sejumlah destinasi wisata yang menjadi primadona pada masa libur Nataru. Empat dari lima destinasi wisata dengan jumlah pengunjung terbanyak, misalnya, merupakan destinasi wisata yang tidak berbayar atau gratis, seperti Kawasan Kota Lama di Kota Semarang, Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga di Kabupaten Demak, serta Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Surakarta.

Destinasi wisata dengan jumlah pengunjung terbanyak pada masa libur Nataru adalah Kawasan Kota Lama, yakni sebanyak 461.197 orang. Di posisi kedua dan ketiga adalah Masjid Agung Demak dengan jumlah pengunjung sebanyak 298.315 orang dan Makam Sunan Kalijaga sebanyak 272.368 orang.

Sementara itu, Taman Wisata Candi Prambanan di Kabupaten Klaten yang merupakan destinasi wisata berbayar menjadi destinasi wisata dengan jumlah pengunjung terbanyak keempat selama libur Nataru, yaitu sebanyak 232.983 orang. Adapun Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Surakarta menempati posisi kelima paling banyak dikunjungi wisatawan, yakni 167.524 orang.

Selain di tempat-tempat wisata yang sudah populer, ada satu destinasi wisata baru yang disiapkan pemerintah dalam menyambut wisatawan di masa libur Nataru, yakni Benteng Fort Willem 1 Ambarawa di Kabupaten Semarang. Dulunya, tempat wisata sejarah itu dikenal sebagai Benteng Pendem, yang merupakan bangunan peninggalan Belanda yang selesai dibangun pada 1845.

Masrofi menyebut, upaya peningkatan kunjungan wisata terus dilakukan, salah satunya dengan mengimbau pelaku usaha pariwisata untuk memberikan pelayanan prima kepada wisatawan. Pembenahan-pembenahan juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata.

“Dalam menyelenggarakan event di masing-masing usaha pariwisata, perlu memperhatikan daya tampung dan manajemen risiko sebagai upaya memitigasi kecelakaan dan kerawanan. Perlu juga melakukan antisipasi terhadap gangguan keamanan, misalnya mencegah parkir liar, premanisme, dan lain-lain, bekerja sama dengan aparat penegak hukum di wilayah masing-masing,” ucap Masrofi.

Masing-masing pelaku usaha pariwisata juga diimbau untuk tetap mewaspadai risiko bencana alam maupun non-alam. Penyampaian informasi terbaru mengenai kondisi cuaca juga disebut Masrofi dilakukan secara rutin dan berkala. Dengan begitu, wisatawan bisa memilih waktu yang tepat untuk berwisata.

Menekan pengeluaran

Selama masa libur Nataru, sebagian wisatawan memilih untuk berwisata ke destinasi wisata yang tidak berbayar untuk menekan pengeluaran. Desta Leila Kartika (31), warga Kabupaten Tegal, misalnya, memilih untuk berwisata ke Kawasan Kota Lama pada libur Nataru kali ini.

“Alasan pertama karena berwisata di Kota Lama itu gratis, tidak ada tiket masuknya, paling cuma bayar parkir saja kalau bawa kendaraan. Jadi saya tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam,” kata Desta, Kamis (1/1/2026).

Menurut Desta, berwisata di akhir tahun menjadi salah satu kegiatan yang tak boleh dilewatkan. Hal itu dinilai penting sebagai salah satu hadiah atau reward untuk dirinya sendiri setelah selama setahun terakhir bekerja keras.

Berwisata juga dianggap Desta penting untuk meningkatkan produktivitasnya. Desta menyebut, usai dirinya berwisata, selalu muncul keinginan untuk bekerja lebih giat supaya bisa mengumpulkan uang lebih banyak dan bisa segera kembali berwisata.

Tak hanya cuci mata, Desta biasanya juga berburu kuliner saat berada di tempat wisata. Tak jarang ia juga mampir ke kafe-kafe yang memiliki konsep unik untuk sekadar nongkrong.

Rifa (24) dan Febby (24) yang merupakan wisatawan dari Depok, Jawa Barat dan Lamongan, Jawa Timur, juga memilih menghabiskan masa libur Nataru di Kota Semarang. Salah satu tempat wisata yang mereka kunjungi pada Kamis adalah Kawasan Kota Lama.

Selain gratis, destinasi wisata itu juga dinilai Rifa dan Febby menarik karena menyuguhkan bangunan-bangunan yang dibangun di era kolonial. Kebetulan, keduanya gemar berfoto, sehingga mereka tak keberatan harus mengantre sekitar 30 menit demi bisa berfoto di salah satu photobooth outdoor dengan latar Gereja Blenduk.

“Kalau ke Kota Lama, pasti kami foto-foto, terus reuni, nongkrong sama teman-teman di kafe. Sebenarnya, pingin ke Museum Kota Lama, cuma enggak keburu, sudah tutup karena kami datangnya kesorean,” ujar Rifa.

Rifa dan Febby menyebut, terakhir kali mereka berkunjung ke Kota Lama sekitar 2023 silam. Menurut mereka, terjadi perkembangan yang cukup pesat selama dua tahun terakhir. “Sekarang ada banyak kafe dan juga spot foto yang baru. Semakin menarik sih kalau menurut kami,” kata Febby.

Tingkat hunian

Meningkatnya kunjungan wisata ke Jateng pada masa libur Nataru turut memicu peningkatan tingkat hunian di hotel-hotel yang ada di wilayah tersebut. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Heru Isnawan mengatakan, di masa Nataru, tingkat hunian yang biasanya sekitar 30 persen sampai 60 persen di hari biasa dan saat akhir pekan, meningkat menjadi 50 persen-80 persen di masa Nataru.

“Di tanggal 24 dan 25 Desember itu memang sudah naik, tapi puncaknya adalah tanggal 26 sampai tanggal 30 Desember. Itu selama lima hari, tingkat huniannya di kisaran 80 persen sampai dengan 100 persen,” ucap Heru.

Heru menyebut, peningkatan okupansi terjadi di daerah-daerah wisata. Kota dengan peningkatan okupansi tertinggi, misalnya di Kota Semarang, Kota Surakarta, Magelang, dan Klaten. Sementara itu, di daerah-daerah yang destinasi wisatanya kurang populer, tingkat okupansi hotelnya disebut Heru, tak terlalu tinggi.

Jenis hotel yang okupansinya meningkat tajam, bahkan mencapai 100 persen adalah hotel-hotel bintang 4 dan 5. Hotel berbintang di bawah itu disebut Heru mengalami kenaikan okupansi sekitar 40-70 persen.

“Yang mengejutkan adalah, hotel-hotel di daerah wisata alam itu justru turun okupansinya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saya enggak tahu apakah ada korelasinya, tetapi mungkin karena banyaknya bencana, sehingga wisatawan khawatir. Apalagi, kemarin salah satu destinasi wisata kita ada yang terkena banjir. Meskipun sudah dinetralkan infonya, tapi sepertinya belum cukup bisa mendongkrak,” ujarnya.

Baca JugaDiterjang Banjir Bandang, Sebagian Kawasan Wisata Guci Tegal Tertutup Pasir dan Batu

Pada 20 Desember 2025 atau beberapa hari sebelum libur Nataru, destinasi wisata Pemandian Air Panas Guci di Kabupaten Tegal dilanda banjir bandang. Video mengenai banjir yang menyebabkan kerusakan di salah satu titik pemandian air panas itu viral di media sosial.

Kondisi itu menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisata di Guci saat Nataru. Pada 21 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, ada 23.649 wisatawan yang berkunjung di Guci. Jumlah itu menurun 12.149 wisatawan dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 35.798 orang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNPB Pastikan Akses Jalan dan Jembatan di Aceh Pulih
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Di Lenteng Agung, Penjahit Keliling Terus Merajut Asa meski Penghasilan Tak Menentu
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Direktur Bank Jatim Borong 461.500 Saham BJTM, Rogoh Kocek Segini
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Saham Wall Street Anjlok Saat Hari Terakhir 2025
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sunderland vs Man City, Sunderland Paksa Manchester City Berbagi Poin
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.