Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin perkasa pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Januari 2025. IHSG menguat 1,17 persen atau 101,19 poin hingga menyentuh area 8.748,13.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG menunjukkan tren naik sejak pembukaan hingga penutupan sesi kedua di hari perdana perdagagan bursa setelah libur panjang tahun baru. IHSG bergerak di kisaran area 8.664 hingga titik tertinggi di level 8.748.
Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp 21,48 triliun. Frekuensi jual-beli sebanyak 3,12 juta transaksi.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG berlanjut menguat di area pivot. Hal ini diperkuat oleh berlanjutnya penyempitan histogram negatif MACD.
"Volume beli mengalami kenaikan dan berpotensi menuju level tertinggi baru," demikian dikutip dari riset harian Phintraco Sekuritas pada Jumat, 2 Januari 2025.
Saham sektor transportasi membukukan penguatan terbesar, yakni 6,56 persen. Lonjakan pesat juga dicatatkan sektor teknolog sebesar 4,47 persen dan sektor siklikal naik 3,47 persen.
Sebaliknya, sektor keuangan mengalami koreksi paling tajam sebesar 0,87 persen. Penurunan signifikan juga melanda sektor kesehatan sebesar 0,58 persen.
Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten saham yang membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) hingga akhir perdagangan hari ini, antara lain:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
- vstory
Saham BUMI melambung paling tinggi sebesar 14,75 persen atau 54 poin hingga menembus level 420.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA melesat sebesar 10,69 persen atau 280 poin menjadi 2.900.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Hasil positif juga dicetak saham MBMA sebesar 8,77 persen atau 50 poin dan ditutup pada area 620.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461149/original/093812400_1767341438-Rob.jpeg)

