Warga Sebut Jalan Otista Tangsel yang Rusak Baru Dibenahi 3 Bulan Lalu

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Warga mengeluhkan kondisi Jalan Otista di dekat Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang kembali rusak.

Padahal, jalanan tersebut baru dibenahi sekitar tiga bulan lalu.

Kerusakan berupa lubang-lubang kecil dan aspal yang mengelupas hingga menimbulkan batu kerikil tersebut dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas serta membahayakan pengendara.

“Sering dibetulin sih, tapi rusak lagi. Sekitar tiga bulan yang lalu jalan itu dibetulin,” ujar pedagang Pasar Cimanggis, Doni Putra (31), saat ditemui Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Baca juga: Jalan di Pasar Cimanggis Ciputat Rusak, Banyak Lubang dan Genangan Air

Menurut Doni, kerusakan jalan di kawasan tersebut kerap terjadi karena perbaikan yang dilakukan hanya tambal sulam, bukan dilakukan secara menyeluruh.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=jalan rusak, jalan rusak di Tangsel, jalan pasar cimanggis rusak, jalan otista rusak&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8xNzU5MDc0MS93YXJnYS1zZWJ1dC1qYWxhbi1vdGlzdGEtdGFuZ3NlbC15YW5nLXJ1c2FrLWJhcnUtZGliZW5haGktMy1idWxhbi1sYWx1&q=Warga Sebut Jalan Otista Tangsel yang Rusak Baru Dibenahi 3 Bulan Lalu§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Hal ini disayangkan warga karena membuat jalan kembali rusak dalam waktu singkat. Kondisi itu diperparah dengan genangan air yang sering muncul di lokasi tersebut.

“Kena air kayaknya. Itu kan aspalnya masih keliatan baru, masih warna hitam gitu. Tapi malah hancur lagi. Ini karena air got kayanya,” kata dia.

Selain faktor genangan air, Doni menilai lalu lintas kendaraan berat turut memperparah kerusakan jalan. Ia menyebut truk besar kerap melintas, terutama pada malam hari.

“Itu jadi salah satu penyebabnya juga sih, apalagi kalau truk yang bannya 12. Itu sering lewat sini kalau malam hari dan itu kan berat, sedangkan aspalnya tipis,” jelas dia.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sodiq (23), pengendara motor yang kerap melintasi Jalan Otista.

Ia menyebut kondisi jalan yang rusak sangat mengganggu, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan.

“Lumayan mengganggu juga sih karena banyak lubang-lubang kecil. Kalau malam kan lampunya lumayan gelap, terus juga enggak kelihatan, jadi lubangnya enggak keliatan,” kata Sodiq.

Baca juga: Anak yang Ditinggal di Pasar Kebayoran Lama Mengaku Sering Dianiaya Ayahnya

Ia menuturkan, kondisi Jalan Otista yang rusak telah terjadi sejak 2023. Meski sempat dilakukan perbaikan, jalan tersebut kembali berlubang, meskipun tidak separah sebelumnya.

Sama seperti Doni, Sodiq menduga kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh genangan air yang berasal dari gorong-gorong.

Oleh karena itu, ia berharap perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembenahan drainase agar genangan air tidak terus terjadi.

“Minimal ada gorong-gorong lah biar genangan airnya lancar. Percuma kalo dicor dan diaspal kalau gorong-gorongnya masih belum berfungsi,” ucap Sodiq.

“Kalau gorong-gorongnya sudah benar, jalanan itu pasti awet karena enggak ada genangan air,” sambung dia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Terkait permasalahan tersebut, Kompas.com telah menghubungi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons dari pihak terkait.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Megaproyek The Giant Sea Wall, Solusi atau Masalah Baru?
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Menata Ulang Hidup Setelah Putus Cinta, Biasakan Menulis Jurnal
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Harga OTR Jakarta Mitsubishi Destinator Per Januari 2026
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.676 pada Perdagangan Perdana Tahun 2026
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemain Persija Allano Lima Kena Tipu saat Belanja Online, Rugi Jutaan Rupiah
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.