HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), menilai kinerja perekonomian Indonesia sepanjang 2025 yang tetap solid di tengah ketidakpastian global menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, termasuk Sulsel pada 2026.
Menurut AIA menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah pusat menjaga stabilitas makroekonomi patut diapresiasi.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menganggap bahwa sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten dinilai mampu menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkualitas dan berkelanjutan.
“Capaian ekonomi nasional sepanjang 2025 menunjukkan arah kebijakan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat. Stabilitas ini menjadi modal penting bagi dunia usaha, termasuk di Sulsel, untuk terus melakukan ekspansi pada 2026,” ujar AIA
Sepanjang 2025, perekonomian Indonesia tumbuh solid dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 sebesar 5,04 persen (year on year). Inflasi tetap terkendali di level 2,72 persen per November 2025, cadangan devisa kuat di angka USD 150,1 miliar, serta sektor manufaktur terus berekspansi dengan PMI di level 53,3.
Kepercayaan pasar juga tercermin dari penguatan IHSG yang menembus level 8.644 pada akhir Desember 2025.
Dari sisi eksternal, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, dengan nilai surplus mencapai USD 35,88 miliar pada Januari–Oktober 2025. Sementara itu, realisasi investasi hingga September 2025 tercatat Rp1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Andi Iwan menilai bahwa kinerja positif tersebut sejalan dengan optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi ke depan.
Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2026 dinilai realistis, terutama dengan percepatan belanja fiskal, penguatan koordinasi dengan Bank Indonesia, serta langkah debottlenecking untuk mengatasi hambatan dunia usaha.
“Kami di daerah merasakan langsung dampak kebijakan pusat, terutama percepatan belanja pemerintah dan perbaikan iklim investasi. Minat investor, termasuk dari luar negeri, mulai mengalir dan ini sangat positif bagi daerah seperti Sulsel,” jelas AIA.
Ketua DPD Gerindra Sulsel ini menambahkan bahwa Sulsel memiliki peluang besar untuk tumbuh di atas rata-rata nasional pada 2026, didukung oleh sektor unggulan seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta proyek-proyek strategis yang terus berjalan.
Kadin Sulsel, lanjut Andi Iwan, siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh pelaku UMKM dan masyarakat luas.
“Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, kami optimistis ekonomi Indonesia dan Sulsel pada 2026 akan tumbuh lebih tinggi, lebih inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya. (ams)




