Darurat Sanitasi! Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Mendesak Bantuan MCK

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

NASIB ratusan korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, masih terkatung-katung di pengungsian. Hingga Jumat (2/1), krisis sanitasi menjadi ancaman serius bagi sekitar 500 pengungsi yang bertahan di tenda-tenda darurat, khususnya terkait ketiadaan air bersih dan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang layak.

Para pengungsi yang terkonsentrasi di kompleks perkantoran pemerintahan Karang Baru kini hidup dalam keterbatasan. Sebagian besar dari mereka merupakan warga Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya tertimbun lumpur setinggi lebih dari satu meter akibat terjangan banjir.

Salah satu korban banjir, Ramadan, mengungkapkan kondisi fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian sangat jauh dari standar kesehatan. Situasi ini memicu ketidaknyamanan yang mendalam, terutama bagi kaum perempuan dan anak-anak yang harus berbagi fasilitas seadanya.

"Korban banjir membutuhkan air bersih dan tempat MCK yang layak, terutama yang mengungsi di tenda-tenda. Pengungsi di tenda-tenda di antaranya berada di kompleks perkantoran di Karang Baru," tegas Ramadan saat dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (2/1).

Ia menambahkan, "Tempat MCK di tempat pengungsian jauh dari kata layak. Tempat MCK seadanya dan ini membuat pengungsi, terutama wanita merasa tidak nyaman. Apalagi sebagian korban banjir belum bisa kembali karena rumah masih tertimbun lumpur."

PDAM Rusak Fatal

Krisis air bersih ini diperparah oleh lumpuhnya infrastruktur vital di wilayah tersebut. Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, dalam laporan terbarunya kepada Presiden Prabowo Subianto, mengakui adanya kerusakan masif pada fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akibat bencana yang terjadi sejak akhir November 2025.

"PDAM kami mengalami kerusakan yang cukup fatal dan saat ini sedang dalam tahap perbaikan. Saat ini, layanan distribusi air bersih baru kembali menjangkau dua kecamatan, yakni Kuala Simpang dan Karang Baru," ujar Armia Fahmi.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus berupaya memulihkan pasokan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengerahkan bantuan operasional untuk mendukung instalasi air yang tersisa.

"Bantuan TNI dan Polri dalam pengeboran sumur tanah membantu masyarakat. Kebutuhan air bersih warga turut dipenuhi melalui upaya darurat," pungkas Armia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNPB Siapkan Tenda untuk Mendukung Kegiatan Belajar Anak di Aceh-Sumbar-Sumut
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Kata Pengusaha
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menko AHY Beberkan Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Anak Bunuh Ibu Kandungnya di Medan, Kemen PPPA Tekankan Prinsip SPPA
• 22 jam laluidntimes.com
thumb
Arus Balik Ketapang - Gilimanuk Mulai Meningkat, Kendaraan Naik 8 Persen, Layanan Berjalan Lancar
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.